Ignasius Jonan Cari Skema Pengganti Cost Plus Margin

Kementerian ESDM tengah mengkaji skema terbaik dalam menentukan harga jual batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), termasuk mengefisienkan ongkos produksi listrik.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 28 September 2017  |  15:52 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan bersiap menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-72 di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/9). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian ESDM tengah mengkaji skema terbaik dalam menentukan harga jual batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), termasuk mengefisienkan ongkos produksi listrik.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pihaknya tengah mencari skema yang paling fair untuk kedua belah pihak, yakni produsen batu bara dan perusahaan listrik, khususnya PT PLN (Persero).

Namun, Jonan memberi perhatian lebih pada PLN. Menurutnya, yang menjadi kunci adalah efisiensi yang harus dilakukan oleh perusahaan pelat merah tersebut.

"PLN harus berusaha melakukan efisiensi terhadap semua kegiatan, terutama maintanance, termasuk pembangkit, transmisi, dan distribusi," katanya di kantor Kementerian ESDM, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan PLN agar lebih efisien. Pertama, dengan mempertimbangkan capacity factor pembangkit.

"Kalau dalam jangka panjang sudah dikaji kurang dari 80%, ya ini mau diapakan? Mau ditaruh sebagai kerugian luar biasa korporasi atau dibebankan kepada masyarakat dan sebagainya?" tuturnya.

Kedua, dengan mengefisienkan material utama pembangkit listrik. Menurutnya, semakin lama harga satuan material tersebut akan semakin kompetitif.

Tag : batu bara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top