Skema Cost Plus Margin Ditolak, Ini Tanggapan PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah memikirkan skema alternatif untuk memenuhi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan harga murah karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan telah menolak skema cost plus margin.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 28 September 2017  |  20:31 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah memikirkan skema alternatif untuk memenuhi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan harga murah karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan telah menolak skema cost plus margin.

Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, pihaknya tengah mengkaji cara alternatif bersama dengan direksi dan pemerintab agar mendapatkan batu bara dengan harga murah. Menurutnya, skema alternatif yang akan dilakukan tersebut tetap memiliki tujuan untuk efisiensi.

"Intinya, kita serahkan [kebijakan] kepada pemerintah. Namun, kita berupaya agar mendapatkan harga primer yang murah untuk listrik yang murah. Kita akan kaji skema alternatif," katanya, menjawab bisnis, Kamis (28/9).

Menurut data Kementerian ESDM, sebanyak 52,6% listrik yang dibeli PLN dari IPP berasal dari PLTU. Sementara itu, harga batu bara mengambil porsi sebesar 33,5% dari rata-rata biaya pokok produksi (BPP) nasional yang saat ini sebesar US$7,35 sen per Kilowatt-Hour (KWh).

Tag : PLN
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top