PLTU Mulut Tambang : Hati-hati, Bisa Boros

Direktur Eksekutif Institute Essential Service Reform Fabby Tumiwa berpendapat pemerintah dan PLN perlu berhati-hati dalam menghitung keekonomian PLTU mine to mouth.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 28 September 2017  |  19:50 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Direktur Eksekutif Institute Essential Service Reform Fabby Tumiwa berpendapat pemerintah dan PLN perlu berhati-hati dalam menghitung keekonomian PLTU mine to mouth.
 
Bisa saja, PLTU mine to mouth menjadi boros.

Fabby menjelaskan, PLTU mine to mouth jangan sampai jauh di beban puncak konsumsi listrik atau jauh dari tengah kota.

Hal ini bisa membuat biaya lebih mahal karena PLN perlu membangun transmisi untuk mengantarkan listrik yang jauh.

"Hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Selain itu, pembebasan lahan juga memakan biaya yang tidak sedikit dan memakan waktu yang lama," katanya.

Namun, menurut Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso, PLN telah mengkaji daerah PLTU tersebut.

Menurutnya, skema mine to mouth lebih efisien karena tidak mengangkut batu bara dari lokasi yang jauh.

"Semua PLTU mine to mouth berdekatan dengan beban puncak," katanya.

Sementara itu, 19 perusahaan pengembang atau independent power producer akan menandatangani power purchase agreement dengan PT PLN dalam waktu dekat.

Tag : pltu, pltu mulut tambang peranap
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top