CRRC Bidik 3 Proyek LRT di Indonesia

Produsen lokomotif dan kereta penumpang CRRC Zhuzhou Electric Locomotive Co, Ltd (CRRC ZELC), membidik tiga proyek PPP berbasis kereta api di Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 September 2017  |  11:50 WIB
Pabrik kereta penumpang CRRC - Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, CHANGSA- Produsen lokomotif dan kereta penumpang CRRC Zhuzhou Electric Locomotive Co, Ltd (CRRC ZELC), membidik tiga proyek PPP berbasis kereta api di Indonesia.

Vice President CRRC ZELC Lou Changfu mengatakan tiga proyek basis light rail transportation (LRT) tersebut sudah lama dijajaki perusahaan, namun sampai saat ini progresnya masih belum berkembang. Diantara tiga proyek tersebut, katanya, berada di Jakarta dan di Batam.

"Kami masih terus mengikuti progresnya, dan karena ini proyek dengan metode PPP kami masih tunggu perkembangannya dan belum bisa menjelaskan tiga proyek tersebut," ujarnya pada delegasi media Asia Tenggara di Changsa China Kamis (28/09).

Menurutnya, masalah utama dari lambannya proyek tersebut adalah kebijakan dan program yang selalu berubah dan juga masalah finansial. Dia berharap proyek tersebut karena aset dari proyek tersebut juga cukup besar, sehingga dianggap penting bagi perusahaannya.

"Kami harap proyek ini bisa terealisasi dengan segera, karena Indonesia adalah pasar besar bagi kami mengingat populasinya yang cukup banyak," tambahnya.

Changfu juga mengatakan untuk saat ini pihaknya masih fokus dalam penjajakan tiga program tersebut, namun tidak menutup kemungkinan jika ada proyek prospektif lainnya yang bisa dijajaki.

CRRC adalah Pabrik lokomotif elektronik pertama di China yang memproduksi 51 tipe lokomotif, dan sudah mengirimkan lebih dari 8.000 unit lokomotif ke seluruh dunia termasuk Iran, Kazakhastan, Hong Kong, Malaysia, Serbia dan Ethiopia.

Adapun lokomotif yang dibangun terdiri dari dua jenis kecepatan yakni 160 kilometer perjam, dan 200 kilometer perjam

Pabrik CRRC ZELC berada di Changsa China di lahan seluas 8.038 meter persegi. Pabrik tersebut bisa menampung produksi 1.000-1.200 lokomotif setiap tahunnya. Kapasitas pabrik itu juga bisa memproduksi 18 lokomotif sekaligus. Adapun proses pembuatan satu jenis lokomotif memakan waktu 1-2 bulan dengan perakitan selama 12 hari.

Tag : LRT
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top