Audit ICAO, Indonesia Ingin Pertahankan Posisi

Indonesia bertekat mempertahankan serta meningkatkan keamanan penerbangan nasional dalam audit yang tengah dilakukan ICAO.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 September 2017  |  17:41 WIB
Calon penumpang pesawat di Terminal 3 Ultimate Bandara Sooekarno-Hatta, Jumat (23/6/2017). - Bisnis/Dini Hariyanti

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas penerbangan sipil Indonesia bertekat mempertahankan serta meningkatkan keamanan penerbangan nasional dalam Universal Security Audit Programme (USAP) yang tengah dilakukan International Civil Aviation Organization (ICAO).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyatakan ICAO telah memulai audit pada 25 September 2017 dan berlangsung hingga 3 Oktober 2017. Sebelumnya, ICAO telah melaksanakan audit USAP pada 29 Oktober - 5 November 2015.

"Pada audit 2015, kita mendapatkan hasil yang sangat baik yaitu mencapai 94,92 persen comply. Pada audit tahun ini kita berupaya bisa mendapatkan nilai lebih baik lagi," ujar Agus melalui siaran pers pada Jumat (29/9/2017).

Agus optimistis mendapat nilai baik karena beberapa persiapan dan perbaikan terkait dengan keamanan penerbangan yang sudah dilakukan Indonesi. Misalnya, membuat bangunan bandara baru seperti terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta yang 2 tahun lalu belum masuk audit karena belum beroperasi.

Walaupun secara keindahan terminal tiga lebih bagus, audit internasional terhadap keamanan atau Security Bandaranya baru dilakukan sekarang. Agus menambahkan bagi operator bandar udara silakan berlomba membuat beautifikasi terminal, parkir, dan sebagainya karena hal itu merupakan pelayanan kepada penumpang, namun tetap harus menjaga faktor keamanan yang dipersyaratkan.

Menurutnya, keamanan penerbangan sama dengan keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Keamanan penerbangan harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku di dunia penerbangan internasional.

Semua pemangku kepentingan dalam penerbangan seperti misalnya pengelola bandara, maskapai penerbangan dan masyarakat penumpang harus menjalankan standar dan prosedur keamanan penerbangan tersebut dengan baik, benar, dan konsisten.

Untuk itulah Agus menyambut baik dilakukannya audit USAP ICAO karena bisa memberikan penilaian yang baik dan benar serta berakreditasi internasional terhadap keamanan penerbangan Indonesia.

Dia menyatakan dengan hasil audit yang baik, berarti juga akan semakin memantapkan keamanan penerbangan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju.

Di sisi lain hasil audit yang baik juga bisa menjadi promosi positif Indonesia ke dunia internasional. “Silakan bepergian dengan moda udara di Indonesia, kami akan jaga keselamatan penerbangan anda.”

Beberapa persiapan dan perbaikan yang telah dilakukan Indonesia di antaranya adalah melakukan Rapat Koordinasi dengan Direktorat Keamanan Penerbangan, Ditjen Imigrasi, POLRI, Ditjen Bea dan Cukai, dan Bandar Udara terkait tanggapan Protocol Question (PQ) dan USAP CMA State Aviation Security Activity Questionnaire (SASAAQ).

Selain itu pemerintah telah melakukan, pertama, membuat tanggapan USAP CMA Protocol Question (PQ) terkait dengan Imigrasi, Polri, serta Bea dan Cukai.

Kedua, menanggapi USAP CMA State Aviation Security Activity Questionnaire (SASAAQ) terkait dengan Ditjen Imigrasi, Ditjen Bea dan Cukai, Polri dan Ditjen Perhubungan Udara.

Ketiga, mengumpulkan hasil laporan rapat koordinasi fasilitasi (FAL) di 28 bandara internasional serta mengadakan pelatihan atau workshop sesuai dengan amanat dari Annex 9 Facilitation.

"Selain itu, apa yang menjadi temuan audit USAP pada tahun 2015 lalu juga sudah kani tindak lanjuti. Seperti misalnya menindaklanjuti Corrective Action Plan (CAPs) Area FAL dengan menyampaikan bukti pelaksanaan CAPs ke Direktorat Keamanan Penerbangan Ditjen Hubud. Serta menyampaikan CAPs dan evidence kepada ICAO," lanjut Agus.

USAP adalah audit keamanan penerbangan yang dilakukan pada anggota ICAO. Tujuan audit ini untuk menilai performa keamanan penerbangan di Indonesia dengan menitikberatkan pada pemenuhan dan pengawasan serta review terhadap regulasi, kebijakan, program, dokumen dan record pengawasan keamanan penerbangan di tingkat nasional.

Lingkup audit untuk Indonesia adalah terkait dengan pelaksanaan dan pengawasan Annex 17 (Security Standards) serta Annex 9 (Facilitation to the Convention on International Civil Aviation). Untuk hal tersebut, tim ICAO akan terjun dan melihat langsung pelaksanaan keamanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tag : penerbangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top