Realisasi Eksplorasi 2017 Masih Rendah

Realisasi kegiatan eksplorasi masih rendah dan diperkirakan targetnya tak akan tercapai hingga sisa tahun 2017.
Duwi Setiya Ariyanti | 30 September 2017 08:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Realisasi kegiatan eksplorasi masih rendah dan diperkirakan targetnya tak akan tercapai hingga sisa tahun 2017.

Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Arizon Suardin mengatakan dari data yang tercatat, survei seismik baru menyentuh 22% realisasinya.

Rincinya, dari target 45 kegiatan survei seismik dalam rencana kerja dan anggaran (work plan&budget/WP&B) 2017, ditargetkan terdapat 45 kegiatan survei seismik yang akan dilakukan. Namun, diperkirakan hingga akhir tahun hanya akan bertambah menjadi 11 kegiatan.

Sementara itu, untuk kegiatan nonsurvei seismik, capaiannya 69% dengan 11 kegiatan survei nonseismik dari target 16 kegiatan. Diperkirakan dalam tiga bulan ke depan terdapat satu tambahan kegiatan survei seismik yang terealisasi.

Untuk kegiatan pengeboran, capaian saat ini sebesar 29% dengan realisasi 40 kegiatan pengeboran, dari target 138 kegiatan. Pada akhir 2017 diprediksikan kegiatan bertambah menjadi 44.

Dengan prognosa kegiatan eksplorasi 2017, pihaknya terpaksa memindahkan kegiatan yang seharusnya terealisasi di tahun ini ke tahun depan.

\"Tidak tercapai. Mau tidak mau ada banyak kegiatan yang 2017 kita pindahkan ke 2018,\" ujarnya dalam paparan di Kantor SKK Migas, Jumat (29/9/2017).

Dia mengakui tren investasi pada wilayah kerja eksplorasi menurun sejak 2012. Realisasi tertinggi yang pernah dicatatkan yakni pada 2011 dengan Rp18,3 triliun yang dibelanjakan untuk wilayah kerja eksplorasi. Sayangnya, capaian kecenderungannya turun yakni Rp12,3 triliun pada 2012, Rp13,2 triliun di 2013 dan Rp12,9 triliun pada 2014.

Pada 2015 sebesar Rp6,3 triliun, 2016 Rp4,2 triliun dan pada 2017 ditargetkan tercapai Rp11,6 triliun. Kendati demikian, porsi kegiatan eksplorasi kontribusi tertingginya hanya sekitar 10% dibandingkan dengan kegiatan eksploitasi.

Dia berharap pada tahun-tahun mendatang kegiatan eksplorasi bisa bertambah. Pasalnya, saat ini, baru 60% produksi minyak yang tergantikan sedangkan gas ketergantian produksinya di atas 100%. Padahal, masih terdapat potensi untuk mendapat sumber cadangan baru bahkan pada wilayah kerja produksi.

Tag : skk migas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top