Pelindo III Bakal Emisi Global Bond US$1 Miliar Pada 2018

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berniat menerbitkan surat utang global atau global bond bertenor sepuluh tahun dengan nilai emisi hingga US$1 miliar pada 2018. Dana hasil penerbitan surat utang bakal digunakan untuk kebutuhan ekspansi 2018-2019.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Oktober 2017  |  13:35 WIB
obligasi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berniat menerbitkan surat utang global atau global bond bertenor sepuluh tahun dengan nilai emisi hingga US$1 miliar pada 2018. Dana hasil penerbitan surat utang bakal digunakan untuk kebutuhan ekspansi pada 2018-2019.

Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara mengatakan pihaknya memilih menerbitkan surat utang dalam denominasi mata uang asing karena tingkat suku bunga yang relatif rendah. Semula, tahun ini Pelindo III akan menerbitkan surat utang dalam denominasi rupiah senilai Rp3 triliun.

Ari menjelaskan, perseroan telah memperhitungkan biaya penerbitan obligasi global lebih rendah dibandingkan dengan obligasi rupiah. Di samping itu, likuiditas valuta asing di pasar obligasi juga tergolong besar sehingga dinilai bakal mampu menyerap obligasi yang akan diterbitkan Pelindo III.

"Kebutuhan kami besar. Tahun depan kami butuh Rp7 triliun. Di 2019 kami juga harus kembalikan uang DP World. Jadi sampai 2019 at least kami butuh hampir Rp15 triliun," jelasnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Untuk diketahui, pada Dubai Port World atau DP World telah menyatakan untuk tida melanjutkan kontrak pengelolaan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Sebagai konsekuensinya, Pelindo III bakal membeli 49% DP World di TPS senilai Rp600 miliar.

Di sisi lain, sepanjang 2017 Pelindo III mengalokasikan investasi hingga Rp4,68 triliun untuk pengembangan terminal dan pelabuhan. VP Corporate Communication Pelindo III, Widyaswendra sebelumya mengatakan investasi bakal dikucurkan perseroan untuk membangun dua pelabuhan baru dan mengembangkan pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada.

"Yang benar-benar baru adalah ekspansi di Gili Mas (Lombok) dan Boom Marina Banyuwangi," ujarnya.

Dia menjelaskan, ekspansi Pelindo III di infrastruktur pariwisata merupakan strategi untuk menangkap peluang dari arus kunjungan wisatawan mancegara yang terus menanjak. Dalam periode 2012-2016, arus penumpang kapal pesiar meningkat 55% menjadi 126.374 penumpang.

Sementara itu, dalam enam bulan 2017, Pelindo III mencatat arus kunjungan kapal pesiar sebanyak 70 call atau naik 345 secara tahunan. Kendati demikian, jumlah penumpang turun 12% (yoy) menjadi 49.345 orang seiring perubahan tren kunjungan kapal yang beralih beralih dari kapal kelas medium menjadi kapal kelas kecil.

Tag : pelindo iii
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top