Kapal Ternak: Diperebutkan Bersandar di Daerah, Mendesak Tingkatkan Kapasitas

Bisnis Indonesia bersama Kementerian Perhubungan menyelenggarakan diskusi terbatas tentang angkutan kapal ternak guna mendukung swasemba daging.
<
Azizah Nur Alfi, Yudhi Suprianto & Abdul Rahman | 16 Oktober 2017 12:20 WIB
Diskusi Terbatas tentang Kapal Ternak dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (16/10 - 2017).

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia bersama Kementerian Perhubungan menyelenggarakan diskusi terbatas tentang angkutan kapal ternak guna mendukung swasemba daging.

Diskusi ini mengangkat tema 'Efektivitas Operasional Kapal Ternak dalam Mendukung Swasembada Daging Sapi', yang diagendakan pada Senin 16 Oktober 2017 pukul 8.30--13.00 WIB bertempat di Redtop Hotel Pecenongan, Gambir, Jakarta Pusat.

Para pembicara yang hadir ialah Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Capt. Wisnu Handoko; Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Fini Murfiani; Kepala Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dani Suhadi; Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI, Harry Boediarto; serta Direktur Utama PD Darma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati.

Bagaimana penyelenggaraan angkutan ternak yang efektif dan mendukung swasembada daging? Seberapa besar komponen biaya dan waktu bisa dihemat dalam angkutan ternak? Bagaimana sistem angkutan ternak diterapkan? Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan ternak? Mampukah penyelenggaraan angkutan ternak mendukung ketersediaan daging sapi di pelosok nusantara dengan harga terjangkau?

Beberapa pertanyaan tersebut menjadi inti yang akan dibahas dalam diskusi. Selamat mengikuti laporannya di Bisnis.com.

13:11 WIB

Bisnis Indonesia Serahkan Cinderamata Kepada Para Pemateri

Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko memberikan cinderamata kepada Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Dwi Ratna Kusumajati dan kepada seluruh pemateri yang menjadi narasumber seusai acara diskusi terbatas. (

12:07 WIB

Pelni: Kapasitas Kapal Ternak Perlu Ditingkatkan

PT Pelayaran Nasional Indonesia berharap kapasitas angkut kapal khusus ternak ditingkatkan mengingat banyaknya potensi sapi yang bisa diangkut di daerah lain.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Insan Purwarisya Lumban Tobing mengatakan, kapasitas angkut kapal khusus ternak yang hanya mampu mengangkut 500 ekor sapi membuat perusahaan melewati pelabuhan-pelabuhan lain yang berada di rute kapal khusus ternak Kupang - Jakarta.

"Dari sisi kami, ada kemungkinan kalau kapasitas kapal bisa ditingkatkan," kata Insan, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dia menuturkan, pihaknya bisa mengangkut 100% jumlah sapi yang ditargetkan. Dalam mencapai target 100% tersebut, ujarnya pihaknya melakukan beberapa langkah seperti mengurangi waktu di pelabuhan ketika mengangkut ternak-ternak.

Agar waktu di pelabuhan dapat berkurang, ungkapnya, pihaknya berharap pada kesiapan masing-masing pihak sehingga ternak sapi bisa langsung dinaikan ke kapal khusus ternak ketika sampai di Kupang.

Sementara terkait dengan pembersihan kapal, lanjutnya dapat dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) sembari kapal dijalankan.

11:06 WIB

Kirim Sapi Hingga ke Hong Kong, NTT Jaga Populasi Ternak

Kepala Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi mengatakan, pihaknya berhati-hati dalam menjaga populasi ternak di NTT.

Oleh karena itu, sapi betina tidak boleh dijual. Jumlah sapi yang dijual juga dibatasi untuk menjaga keseimbangan populasi.

"Kami bertekad pertahankan populasi setiap tahun minimal 1 juta ekor. Ini untuk menjaga keseimbangan populasi. Pengiriman keluar paling banyak 65.000 sampai 75.000," katanya.

Dia menjelaskan, produksi ternak di NTT sudah berlangsung lebih dari 50 tahun. Bahkan pada 1972 lalu NTT pernah mengirim sapi hingga ke Hong Kong. Jumlahnya sekitar 200.000.

Dia juga melaporkan, ada 22 kabupaten /kota yang menghasilkan ternak. Mayoritas berasal dari Pulau Timor yakni sekitar 60%-70%.

Menurutnya, antusiasme peternak semakin meningkat sejak kapal ternak beroperasi. Namun karena kapal hanya mampu membawa 500 hewan maka sisanya terpaksa dikirim lewat kapal kargo.

"Peternak semakin bergairah. Mereka semangat menjual karena tahu sudah ada jadwal, "imbuhnya.

Dinas Peternakan NTT juga rutin menggelar kontes ternak setiap tahun. Tujuannya menggairahkan kelompok peternak.(Abdul Rahman)

11:04 WIB

Pemda Berebut Minta Disinggahi Kapal Ternak

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa pemerintah daerah meminta Kementerian Perhubungan mengarahkan kapal ternak berlayar ke daerahnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, salah satu daerah yang sudah meminta kapal khusus ternak berlayar ke daerahnya adalah Bengkulu.

"Bengkulu berkirim surat langsung. Sulsel, Menteri yang bilang langsung. Bisa sekali ke daerah lain," kata Budi, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya sangat bisa membuka rute lain kapal khusus ternak karena tujuan utama beroperasi kapal khusus ternak itu adalah menyerap produksi mereka.

Kemudian, lanjutnya, hasil produksi ternak tersebut dapat dipasarkan dengan harga tinggi. "Ke mana disalurkannya itu nomor dua," katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diliat Bisnis, populasi sapi potong di Bengkulu pada 2016 mencapai 122.544 ekor. Sementara di Sulawesi Selatan mencapai 1,35 juta ekor pada 2016. (Yudhi Suprianto)

11:02 WIB

Ini Keuntungan Menggunakan Kapal Ternak

Direktur Pemasaran Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Fini Murfiani menyampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menulis surat ke Menteri Perhubungan terkait dengan memanfaatkan kapal berikutnya.

Fini menyampaikan Animo peternak tinggi menggunakan kapal ternak karena mendapat subsidi Rp330.000 per ekor. Selain itu, menerapkan prinsip kesejahteraan hewan sehingga dapat mengurangi penyusutan bobot sapi dan waktu tempuh yang lebih cepat sehingga berdampak ke pendapatan peternak kecil.

"Dengan bertambah jumlah kapal ini maka sistem tata niaga bisa tertata kembali," katanya.

10:45 WIB

Animo Masyarakat Tinggi, Jumlah Kapal Kurang

Direktur Pemasaran Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Fini Murfiani menyampaikan animo peternak terhadap kapal ternak tinggi sehingga jumlahnya masih kurang.

Selain ada subsidi Rp330.000 per ekor, kapal ternak mengurangi penyusutan bobot hewan ternak karena telah menerapkan prinsip kesehatan hewan.

Setelah hadirnya kapal ternak, rata-rata harga di tingkat petani menjadi Rp32.000 per kg berat hidup dari sebelumnya Rp26.000 - Rp29.000 per kg berat hidup, sehingga meningkatkan pendapatan peternak.

"Waktu tempuh juga lebih cepat sekitar lima hari," katanya.

Dari kebutuhan 600 ekor per hari di DKI Jakarta, sekitar 95 persen dari impor. Sementara, 5% dipenuhi dari lokal. (Azizah Nur Alfi)

10:39 WIB

Kapal Ternak Jadi Stimulus Bagi Perekonomian di Timur Indonesia

Kapal khusus ternak dapat menjadi stimulus bagi masyarakat di daerah timur Indonesia untuk mengembangkan usaha peternakannya - terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, para peternak di wilayah Timur Indonesia lebih akan mendapatkan kepastian dengan adanya kapal khusus ternak.

"Saya pikir kapal ternak adalah cara yang baik untuk stimulus masyarakat kawasan timur Indonesia, khususnya di NTB dan NTB untuk mengembangkan peternakan sapi," kata Budi.

Dia menambahkan, masyarakat di kawasan timur Indonesia juga akan memperoleh keuntungan yang bagus dengan dapat menjual sapinya ke kawasan barat Indonesia karena terdapat disparitas harga.

Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap para peternak mengingat kapal khusus ternak dapat membuat bangkitan-bangkitan peternakan yang baik.

"Kalau ada kepastian kapal ternak, mereka juga akan membangun, ada margin yang mereka peroleh. Ini satu sisi harus kita perhatikan, kita minta pemda, bahwasanya ada bangkitan-bangkitan peternakan yang baik, selama ini mereka urus sendiri," katanya.

Terkait dengan pengiriman sapi, dia menuturkan, saat ini terdapat beberapa pemerintah daerah yang meminta kapal khusus ternak yang membawa sapi dari kawasan timur Indonesia ke daerahnya. (Yudhi Suprianto)

10:20 WIB

Menhub Ajak Swasta Jadi Operator Kapal Ternak

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka peluang kerja sama dengan swasta terkait pengoperasian kapal ternak.

Pemerintah akan melakukan evaluasi tahun depan apakah kapal ternak ini cukup menyelesaikan masalah dan produktif atau tidak.

"Kalau tidak bisa kerja sama dengan swasta. Bisa dikasih kontrak 5 tahun misalnya," katanya.

Dengan demikian pemerintah tidak perlu menambah kapal dan cukup swasta saja yang membeli. Dengan adanya kerja sama tersebut pihak swasta juga bisa mencicil kapal baru.(Abdul Rahman)

10:00 WIB

Kapal Ternak Sebagai Inisiatif Pertama Sejak Indonesia Merdeka

Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko saat membuka dan memimpin diskusi mengatakan inisiatif pemerintah mengoperasikan kapal ternak merupakan yang pertama sejak Indonesia merdeka.

Meskipun demikian masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dia mencontohkan, di Madura sapi dipaksa berenang karena sulitnya akses ke darat.

Tapi ini tidak baik untuk sapi karena bobotnya turun. Dengan adanya kapal khusus ternak dan ada pakan, bobotnya bisa naik sampai 10%.

"Oleh karena itu diskusi ini menjadi penting untuk memikirkan bagaimana ke depannya," katanya.

Adanya kapal juga rupanya belum signifikan menurunkan harga daging. Padahal kualitasnya sudaj lebih baik. Terbukti dengan semakin sedikitnya sapi yang mati.

"Harapannya petani lebih sejahtera dan konsumen dapat harga yang pantas," imbuhnya.(Abdul Rahman)

09:39 WIB

Tantangan Berat Menuju Swasembada Daging Sapi

Swasembada daging sapi sepertinya masih menghadapi tantangan berat.

Mengutip data Kementerian Pertanian, produksi daging sapi lokal pada 2017 hanya sebesar 354.770 ton. Sedangkan kebutuhannya diperkirakan mencapai 604.968 ton.

Artinya pada tahun ini pasokan daging sapi masih setengahnya dipasok dari sapi atau daging sapi impor baik dari Australia hingga India.

Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah yang telah mencanangkan swasembada daging sapi akan tersapai pada 2019. (Azizah Nur Alfi)

Tag : angkutan ternak
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top