Tembus Pasar Kerajinan Korsel, L’Ambiance Digandeng Kumsung Furniture

Kedutaan Besar Indonesia di Korsel pada Kamis (7/12/2017) menyebutkan kualitas produk yang dihasilkan oleh penrajin Indonesia bekualitas tinggi.
Stefanus Arief Setiaji | 07 Desember 2017 11:23 WIB
Penandatanganan Kerja Sama Antara CV L'Ambiance dengan Kumsusng Furniture

Bisnis.com, JAKARTA — Furnitur dan kerajinan tangan Indonesia, merupakan produk yang sudah dikenal cukup luas di pasar mancanegara. Produk ini merupakan andalan ekspor produk non-migas Indonesia dengan niIai ekspor per tahun mencapai kisaran US$2 miliar.

Melalui keterangan resminya, Kedutaan Besar Indonesia di Korsel pada Kamis (7/12/2017) menyebutkan kualitas produk yang dihasilkan oleh penrajin Indonesia bekualitas tinggi. Produk yang dihasilkan oleh para perajin tersebut umumnya atau sebagian besar menembus pasar luar negeri, tetapi tidak mempunyai merek alias polos.

Biasanya pihak buyer atau pembeli yang menempelkan merek pada produk tersebut sesuai dengan merek yang diinginkan oleh buyer. Jadi dalam hal ini penrajin Indonesia yang menghasilkan produk berkualitas namun pihak buyer atau pembeli yang mendapat nama.

Tidak seperti perusahaan furnitur sebagaimana yang disebutkan di atas, salah satu perusahaan furnitur dan kerajinan Indonesia yang berkantor pusat di Salatiga, yang bernama CV L’Ambiance, menerobos pasar Korea Selatan dengan membawa merek sendiri.

Perusahaan yang sudah beroperasi lebih dari 20 tahun ini mengembangkan merek sendiri yaitu “Moeblo”, produk dengan merek inilah yang dijual oleh CV. L’Ambiance kepada buyer Korea.

Edi Suwito pemilik CV L’Ambiance menyatakan, dengan pengalaman yang dimiliki serta keahlian sumber daya manusia (SDM) saat ini, sangat berkeyakinan bahwa dengan menggunakan merek sendiri produknya akan bisa menguasai pasar Korea.

Untuk menghasilkan desain produk yang sesuai dengan tren pasar saat ini, dan juga untuk mengakomodasi desain sesuai dengan permintaan pelanggan atau buyer, CV L’Ambiance mempekerjakan dua orang designer berpengalaman berasal dari Prancis.

Untuk menerobos pasar Korea dengan merek sendiri tersebut, pada 5 Desember 2017, L’Ambiance menandatangani kontrak pembelian dengan salah satu buyer dari Korea, yaitu Kumsung Furniture Co. Ltd.

Perusahaan itu sepakat untuk mengimpor produk CV L’Ambiance paling tidak senilai US$2 juta pada tahun pertama dan secara bertahap meningkat sebesar US$ 1 juta per tahunnya.

Penandatanganan kontrak pembelian ini juga disaksikan oleh Bank Exim Indonesia dan Atase Perdagangan KBRI Seoul, Aksamil Khair. Untuk tahap awal produk yang akan diimpor oleh Kumsung Furniture adalah handicraft dan kedepannya disepakati untuk produk lainnya yaitu furnitur.

Antara CV L’Ambiance dan Kumsung Furniture, dalam hal pemasaran produk mempunyai kemiripan, kedua perusahaan selain menjual secara offline dan juga melakukan penjualan melalui online.

Kumsung Furniture mempunyai tiga showroom yang tersebar di Seoul. Dengan kecepatan Internet yang tinggi dan jaringan Internet yang hampir merata di seluruh Korea, tren penjualan secara online di Korea meningkat sangat pesat, sehingga diharapkan dengan kondisi ini, produk dari L’Ambiance dapat cepat dikenal dan diterima oleh konsumen Korea.

Menurut Aksamil, pasar furnitur Korea tercatat cukup besar. Setiap tahun Korea mengimpor produk furnitur senilai lebih dari US$ 800 juta dari seluruh negara di dunia, dengan pemasok terbesar datang dari China (60,7%) dan Vietnam (14,0%). Sementara Indonesia hanya memasok sebesar 5% dengan nilai sekitar US$ 40 juta.

“Saya berharap, masuknya produk dari CV. L’Ambiance dapat diikuti oleh perusahaan Indonesia lainnya karena pangsa pasar produk Indonesia di Korea masih luas,” katanya Aksamil.

Tag : korsel, furnitur
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top