LPG SUBSIDI: Kuota Berlebih, Pertamina Tanggung Rp1 Triliun

Bila melebihi kuota, PT Pertamina (Persero) menanggung Rp1 triliun untuk menyalurkan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 08 Desember 2017  |  12:59 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Bila melebihi kuota, PT Pertamina (Persero) menanggung Rp1 triliun untuk menyalurkan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan pihaknya harus menalangi lebih dulu sekitar Rp1 triliun untuk menutup kebutuhan LPG 3 kilogram (kg) bila realisasinya melampaui kuota. Adapun, Pemerintah telah menetapkan 6,19 juta ton dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) setelah perubahan.

Diperkirakan, hingga akhir tahun realisasi konsumsi sebesar 6,29 juta ton atau meleset dari kuota sekira 1,6%. Meskipun diperkirakan meleset dari kuota, perseroan memastikan pasokan aman dan tak perlu melakukan impor tambahan.

"Kami dari sisi pasokan enggak ada masalah. Cuma kan khawatir kita anggaran di sana enggak cukup. Kurang lebih Rp 1 triliun," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan pihaknya telah menyalurkan 557.240 ton selama operasi pasar. Kendati demikian, hingga akhir tahun, pihaknya tak menetapkan target. Pasalnya, perseroan hanya menyalurkan sesuai kebutuhan.

"Kita siapkan saja. Kita enggak memproyeksikan, prinsipnya akan menyalurkan yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Tag : lpg
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top