On Time Performance Garuda Indonesia Meningkat

Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memastikan ada peningkatan on time performance atau OTP penerbangan setelah delay pada Jumat pekan lalu pasca letusan Gunung Agung.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 08 Desember 2017 15:14 WIB
Pesawat Garuda Indonesia. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, TANGERANG -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memastikan ada peningkatan on time performance atau OTP penerbangan setelah delay pada Jumat pekan lalu pasca letusan Gunung Agung.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pahala N. Mansury mengatakan perseroan sudah melakukan pembenahan setelah banyaknya penundaan penerbangan dan menyebabkan penumpukan penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Tanggal 2 [Desember] OTP meningkat mendekati 60%, tetapi per tanggal 5 dan 6 itu sudah mencapai 90%. Jadi itu kita syukuri recovery kita ke depannya dalam memberikan pelayanan," ujar Pahala di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (8/12).

Pahala mengatakan pada Jumat ini saja, data OTP sudah mencapai 97%. Dia menjelaskan bahwa 18 hari sebelumnya letusan Gunung Agung, perseroan melakukan migrasi sistem IT. Perseroan juga melakukan mitigasi untuk memastikan migrasi tersebut berlangsung cukup baik dengan cara menjalankan operasi menggunakan dua sistem secara paralel.

Setelah proses itulah, tidak terprediksi ada penutupan dua bandara, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok Praya.

"Ini membuat rescheduling signifikan mempengaruhi kinerja sistem. Maka pasa tanggal 1 ada penurunan juga kendala operasional," sambung Pahala.

Agar kejadian serupa tak terulang kembali, Pahala memastikan akan memonitor sistem operasional dan mengupdate data-data setiap hari. Selain itu, dia pun mengimbau agar kejadian ini tidak berimbas pada jumlah penerbangan Garuda Indonesia.

"Kondisi yang terjado beberapa penumpang ini adalah penumpang internasional melakukan pembatalan penerbangan untuk kita bisa memitigasi kondisi adalah extra flight dan mengomunikasikan penumpang bisa melakukan rescheduling atau re-route," ujarnya lagi.

Pahala menjelaskan bahwa 30% penerbangan Garuda Indonesia didominasi perjalanan menuju Bali. Letusan Gunung Agung dan penutupan bandara menyebabkan sekitar 800 crew cabin dan kokpit yang terdampak dari sekitar 620 penerbangan.

Dia pun mengimbau kepada Kementerian Pariwisata bisa menyampaikan kepada publik dan dunia internasional bahwa Bali sudah cukup kondusif, tidak ada penutupan bandara. Sehingga warning sebelumnya bisa dicabut dan mendorong para wisatawan untuk tetap melakukan penerbangan menuju Bali dan Lombok.

Tag : garuda indonesia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top