Kereta Jakarta-Surabaya, Bentuk Revitalisasi Diputuskan Maret 2018

Bentuk revitalisasi jalur kereta di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya akan diputuskan pada Maret 2018.
Yudi Supriyanto | 08 Desember 2017 20:16 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA - Bentuk revitalisasi jalur kereta di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya akan diputuskan pada Maret 2018. Saat ini pemerintah, salah satunya, memperhitungkan untuk menggunakan rel dengan ukuran 1.067 milimeter atau 1.435 milimeter.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan,keputusan bentuk revitalisasi jalur kereta baru diumumkan pada Maret 2018 lantaran pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan mengingat revitalisasi memerlukan biaya puluhan triliun rupiah.

Sebelumnya, Budi mengatakan keputusan bentuk revitalisasi jalur kereta di utara Jawa rute Jakarta - Surabaya diketahui pada November 2017.

“Jakarta-Surabaya nanti finalnya Maret [2018]. Final desain, semuanya, kita pilih apa. Kan sekarang ada narrow gauge [1.067 mm], ada standard gauge [1435 mm], kita akan mencari satu, ada satu yang paling optimal. Ini proses modernisasi kereta, jadi kita akan studi baik-baik,” ujar Menhub di Jakarta pada Jumat (8/12/2017).

Dia menjelaskan ukuran rel yang akan digunakan untuk peningkatan kecepatan rangkaian kereta pada rute Jakarta-Surabaya akan menentukan besaran nilai yang diperlukan.

Menhub menjelaskan rel dengan ukuran 1.435 mm lebih mahal dibandingkan dengan rel berukuran 1.067 mm. Perbedaannya itu bisa mencapai nilai Rp30 triliun pada proyek tersebut.

Meskipun begitu, Budi mengatakan saat ini negara pengguna rel dengan ukuran 1.067 mm  lebih sedikit dibandingkan dengan negara pengguna rel dengan lebar 1.435 mm. Kondisi tersebut membuat sarana untuk rel ukuran 1067 mm makin mahal.

Oleh karena itu, lanjutnya, besaran kebutuhan biaya untuk melakukan revitalisasi jalur kereta api di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya salah satunya tergantung pada jenis rel yang digunakan.

“Tergantung mau pakai apa. Mau pakai narrow gauge atau standard gauge, kita lagi akan meneliti, karena di dunia ini kan yang pakai narrow gauge hanya beberapa negara,” ujar Menhub.

Budi Karya menambahkan pihaknya juga akan kembali mengkaji besaran nilai kebutuhan revitalisasi yang diinginkannya sebesar Rp60 triliun. Adapun terkait dengan revitalisasi, lanjutnya, sudah pasti dengan membangun satu jalur baru di samping jalur yang telah ada.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menambahkan terdapat empat opsi dalam proyek revitalisasi untuk meningkatkan kecepatan moda transportasi berbasis rel rute Jakarta-Surabaya.

Pertama, merevitalisasi jalur yang ada saat ini dengan seperti mengganti bantalan rel dan menggunakan jalur sementara untuk operasional rangkaian kereta api yang ada. Setelah revitalisasi jalur existing selesai, ungkapnya jalur sementara tersebut dihilangkan.

Opsi kedua, membangun satu jalur baru di samping rel yang ada berukuran 1.067 mm dengan memanfaatkan lahan yang masih dikuasai oleh negara atau right of way (ROW).

Ketiga, membangun satu jalur baru di samping rel seperti opsi kedua, tapi dengan ukuran rel 1.435 mm. Rel dengan lebar 1.435 mm, lanjutnya, dapat digunakan oleh kereta cepat.

Opsi keempat, membangun dua jalur kereta api di samping jalur kereta yang ada.

Tag : Kereta Cepat
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top