Inovasi Teknologi Pengaruhi Tempat Kerja

Mayoritas pemimpin perusahaan menganggap teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan akan berpengaruh pada jam kerja yang lebih fleksibel dan tipe pekerjaan yang tidak terlalu formal.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 09 Desember 2017  |  22:57 WIB
Karyawan PT Bank Mandiri Taspen Pos - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas pemimpin perusahaan menganggap teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan akan berpengaruh pada jam kerja yang lebih fleksibel dan tipe pekerjaan yang tidak terlalu formal.

Berdasarkan survei, sebanyak 56,2% dari survei perkumpulan CEO menganggap inovasi terbaru akan mengubah hal tersebut.

Laporan terbaru The Economist Corporate Network: The Impact of AI and Automation on the Workplace: The Role of the CEO in Shaping the Workplace of Tomorrow yang didukung oleh JLL di Beijing, dilakukan berdasarkan sebuah survei dan diskusi kelompok terarah yang dilakukan bersama para CEO di Asia Pasifik.

Laporan ini membahas persepsi, harapan dan perubahan industri teknologi, serta bagaimana para pemimpin bisnis melakukan transisi perubahan pada tempat kerja di masa depan. Keberadaan inovasi ini dinilai berimplikasi pada bagaimana cara memanfaatkan dan mengelola real estate.

Frank Rexach, Managing Director, Enterprise Strategy & Innovation, JLL Asia Pasifik, mengatakan dengan adanya tren teknologi yang sedang berkembang, pihaknya sering melihat bisnis-bisnis yang mengubah dunia real estate tradisional. Termasuk berkembangnya co-working space yang mendukung para entrepreneur dan korporasi.

Demikian pula, developer mulai menawarkan fasilitas di dalam bangunan mereka untuk memberi penyewa pilihan yang lebih fleksibel diluar ruang kantor mereka.

Di masa depan tempat kerja akan semakin mobile dan perusahaan akan menggunakan kombinasi tim utama serta pekerja paruh waktu, sehingga ruang sewa kantor diprediksi akan berkurang. Perusahaan akan lebih memanfaatkan ruang co-working dan ruang fleksibel lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

"Kami bekerja sama dengan investor untuk membantu membangun ruang kerja yang fleksibel sehingga dapat mengubah fungsi tempat kerja menjadi lebih humanis daripada gedung yang indah tapi tidak berfungsi," kata Frank.

Dia menambahkan pihaknya juga mulai menawarkan layanan fasilitas manajemen untuk generasi masa depan yang mendukung pengembangan komunitas vertikal didalam gedung dan di antara penyewa.

Selain itu, laporan The Economist menunjukkan bahwa manajemen tingkat atas sangat terlibat dalam strategi otomatisasi dan Artificial Inteligence (AI) perusahaan.

Dari survei yang diadakan, 62,8 persen mengatakan bahwa manajer tingkat atas sering terlibat secara reguler. Namun, tampaknya ada beberapa kesulitan dalam implementasi strategi ini kepada para pegawainya.

Dari survei tersebut terdapat kurang dari 20 persen CEO yang mengalami hal ini dalam organisasi mereka sendiri. Angka tersebut juga menunjukkan bahwa ada keengganan untuk merekrut spesialis eksternal, perekrut, dan konsultan pelatihan, walaupun sebagian besar CEO mengatakan bahwa mereka di anggap sangat penting.

Meskipun jumlah otomatisasi dan Artificial Intelligence (AI) meningkat dan tidak dapat dihindari, perubahan ini dapat terjadi dengan subjek pendekatan yang berbeda.

Lebih dari 40% hasil survei menginginkan bahwa otomatisasi dan AI dapat terjadi lebih cepat di tempat kerja mereka dan hampir 60% lebih peduli untuk meringankan dampak dari perkembangan teknologi tersebut.

Namun, jika menyangkut perusahaan mereka sendiri, 81,1% CEO menyatakan bahwa mereka akan menjadi pemimpin dengan memberikan contoh dan mengotomatisasi beberapa pekerjaan mereka yang dapat lebih efisien jika dilakukan oleh Artificial Inteligence.

Laporan dari grup fokus menyarankan bahwa para CEO perlu untuk berpikir lebih strategis, dan melibatkan generasi muda di zaman digital untuk merumuskan dan mewujudkan rencana mereka ke depannya.

Pandangan dari JLL adalah, struktur organisasi baru di masa depan akan sulit di prediksi karena dampak otomatisasi dan Artificial Intelligence (AI), sehingga penting bagi para CEO untuk melibatkan perusahaan properti sebagai bagian dari tim eksekutif mereka dengan fokus pada optimisasi bakat dan dampaknya terhadap tingkat kebutuhan real estate. JLL adalah firma layanan dengan spesialiasi khusus di real estate dan manajemen investasi.

Tag : teknologi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top