Venue Jetski & Layar Asian Games Ditargetkan Ramping Juni 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun venue jetski dan layar di Ancol, parkir tingkat dan hutan kota (Cofftea House) di kompleks GBK yang ditargetkan selesai pada Juni 2018.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Desember 2017  |  12:19 WIB
Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin (kedua kiri) dan pejabat lainnya saat meninjau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (7/12). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun venue jetski dan layar di Ancol, parkir tingkat dan hutan kota (Cofftea House) di kompleks GBK yang ditargetkan selesai pada Juni 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games 2018, Kementerian PUPR mendapat penugasan venue untuk pembangunan/renovasi sebanyak 15 venue dan 2 paket penataan kawasan di kompleks GBK.

Sementara itu, di Kemayoran membangun 2 blok Wisma Atlet dan 1 paket penataan kawasan di Kompleks Kemayoran. Untuk di Jakabaring, berupa 2 blok Wisma Atlet dan pembangunan/renovasi 2 venue yakni dayung dan shooting range.

“Kami melaksanakan tugas tambahan membangun venue jetski dan layar di Ancol, parkir tingkat dan hutan kota (Cofftea House) di GBK,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (9/12).

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah menetapkan PT. Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana dan konsultan manajemen konstruksi PT. Virama Karya pada proyek pembangunan venue layar dan jetski di Ancol, Jakarta Utara yang merupakan satu paket kontraktual.

Kontrak konstruksi kedua venue tersebut senilai Rp172,5 miliar dengan target penyelesaian pada 3 Agustus 2018. Kementerian PUPR akan melakukan percepatan penyelesaian sehingga dapat rampung pada Juni 2018.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo menuturkan penandatanganan kontrak akan dilaksanakan setelah persetujuan kontrak Multiyears (MYC) diterbitkan oleh Kementerian Keuangan pada akhir Desember 2017.

“Dalam pelaksanaan pembangunan, kami juga bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta terkait dengan pemenuhan semua perijinan dan pengurus besar cabang olahraga yang dalam hal ini Porlasi (Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia) dan IJBA (International Jetsport Boating Association) sebagai wakil dari Inasgoc terkait pemenuhan standar venue internasional yang digunakan pada perhelatan Asian Games XVIII,” tuturnya.

Sementara itu lokasi untuk venue squash telah ditetapkan di Hall D Gelora Bung Karno dengan biaya perbaikan menggunakan alokasi APBN di Kementerian PUPR sebanyak 4 court permanen tipe single yang multifungsi.

Untuk show court squash sebagai court ke-5 akan disiapkan diluar Hall D secara temporer menjadi tanggung jawab Inasgoc.

Renovasi/rehabilitasi venue squas akan dimulai pada minggu III Januari 2018 dan selesai pada akhir Juni 2018.

"Dalam pelaksanaannya, Ditjen Cipta Karya akan melakukan kordinasi dengan PBPSI untuk melakukan penyusunan dokumen pelelangan pekerjaan renovasi/rehabilitasi venue squash terkait persyaratan standarisasi World Squash Federation (WSF)," kata Sri.

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top