Pertumbuhan Rendah, AP5I Nilai Usaha Pengolahan Tak Menarik Lagi

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) menilai realisasi investasi di sektor perikanan selama Januari-September tidak berarti banyak. Pasalnya, pertumbuhannya jauh di bawah kinerja investasi secara keseluruhan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 10 Desember 2017  |  13:51 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) menilai realisasi investasi di sektor perikanan selama Januari-September tidak berarti banyak. Pasalnya, pertumbuhannya jauh di bawah kinerja investasi secara keseluruhan.

Berdasarkan data Ditjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan, realisasi investasi selama 9 bulan tahun ini naik 2,6% secara tahunan menjadi Rp4,4 triliun.

Jumlah itu terdiri atas penanaman modal asing senilai Rp1,7 triliun, penanaman modal dalam negeri Rp935 miliar, dan kredit investasi Rp1,7 triliun. Pemerintah tahun ini mematok target Rp5,9 triliun.

Perkembangan investasi dinilai semakin tidak signifikan jika melihat realisasi di bidang usaha pengolahan perikanan yang hanya naik tipis 0,4% (year on year), kendati kontribusinya yang mencapai Rp2,3 triliun paling tinggi di antara bidang usaha lain.

"Ini menunjukkan sektor pengolahan tidak menarik lagi bagi investor," ujar Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo saat dihubungi, Jumat (8/12/2017).

Menurut dia, dengan situasi kekurangan bahan baku ikan yang semakin parah, investor akan berpikir panjang untuk berani menanamkan modal di sektor itu.

Data menunjukkan investasi di bidang perikanan budidaya terbang paling tinggi, yakni 317,7% ke posisi Rp936 miliar, diikuti perikanan tangkap yang meloncat 59,7% menjadi Rp640 miliar.

Sebaliknya, usaha perdagangan perikanan anjlok 19,8% menjadi Rp377 miliar. Usaha jasa perikanan jatuh 85,4% menjadi Rp129 miliar.

Tag : investasi, perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top