Pelindo II Resmikan Anak Usaha Bidang Investasi

Pelabuhan Indonesia Investama (PII), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) memproyeksi posisi aset Rp11,7 triliun dan tingkat pengembalian modal (RoE) 16% di 2020 mendatang.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 11 Desember 2017  |  10:47 WIB
Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya (ketiga kiri) bersama Presiden Asosiasi Pelabuhan Dunia Santiago Garcia Milla (kanan) melihat maket pelabuhan Tanjung Priok disela Konferensi Pelabuhan Dunia 2017 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/5). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) memproyeksi posisi aset Rp11,7 triliun dan tingkat pengembalian modal (RoE) 16% di 2022 mendatang.

Direktur Utama Pelindo II atau atau Indonesia Port Corporation (IPC), Elvyn G. Massasya mengatakan PII merupakan anak usaha perseroan ke 17. Dia menambahkan, PII merupakan perusahaan investasi pertama yang dimiliki oleh perusahaan pelabuhan.

Elvyn menuturkan PII akan menjadi fokus pada investasi di sektor kepelabuhan. Di samping itu PII juga akan mengelola pendanaan pada anak usaha IPC untuk mendukung kebutuhan ekspansi bisnis IPC dan anak usahanya. IPC menunjuk Randy Pangalila sebagai Direktur Utama PII

"PII diharapkan menjadi vehicle kerja sama dengan strategic investor dalam rangka ekspansi usaha serta investasi jangka pendek pada pasar sekunder," jelas Elvyn dalam peluncuran PII di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Elvyn menekankan, PII tidak didirkan untuk menjadi kompetitor lembaga keuangan seperti perusahaan sekuritas, perbankan, maupun perusahaan manajemen aset. Elvyn menekankan, PII juga tidak mengelola dana publik.

IPC menetapkan modal dasar PII sebesar Rp1 triliun. Adapun IPC telah menyetor modal sebesar Rp200 miliar untuk pendirian PII dan secara bertahap IPC bakal terus menyuntik modal untuk kebutuhan ekspansi PII.

Sebelumnya, Elvyn menjelaskan, IPC berniat menyertakan modal di perusahaan yang terkait dengan sektor kepelabuhan, antara lain perusahaan bongkar muat, logistik, dan transportasi. Penyertaan modal yang dilakukan PII menurut Elvyn diarahkan pada porsi minoritas atau tidak menjadi pengendali.

IPC menilai investasi para perusahaan yang terkait dengan sektor kepelabuhan menjadi penting sejalan dengan perkembangan industri kepelabuhan. "Ke depan, pelabuhan itu tidak sebatas pada port, tapi port related ke logistik," jelas Elvyn.

Tag : pelindo ii
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top