Bangun 49 Bendungan, Indonesia Gandeng Jepang

Kementerian PUPR bakal membangun 49 bendungan baru dengan menggandeng Pemerintah Jepang.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  01:03 WIB
Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dengan posisi progres pembangunannya mencapai 46% pada Rabu (15/11/2017). - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, SEMARANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun 49 bendungan baru. Dalam pelaksanaannya, PUPR menggandeng Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT).

Mentri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kali ini adalah untuk mengatasi banjir yang sering terjadi sehingga konservasi harus dilakukan salah satunya membangun bendungan hulu. Selain itu perawatan beberapa bendungan juga harus dilakukan sebab sebagian sudah rusak.

"Ilmu bendungan Jepang sudah paten. Kita bangun 49 bendungan baru termasuk 231 bendungan yang sudah ada. Jadi bagaimana pelihara ini dan memanfaatkan dengan lebih baik," kata Basuki pada Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan dengan kerja sama tersebut bendungan yang sudah ada bisa diupgrade dengan beberapa tipe yakni bisa ditinggikan agar storage (penyimpanan) lebih besar, flushing atau terowongan untuk membilas sedimennya, serta memperbaiki cara mengoperasikannya.

Basuki mencontohkan di Citarum dengan memperbaiki cara mengoperasikan bendungan, buka-tutupnya. “MLIT punya banyak tekhnologi yang sangat berguna khususnya dalam pemanfaatan air pada bendungan, sehingga bisa menghasilkan volume air 12 meter kubik per detik," tuturnya.

Sementara untuk jembatan di Indonesia kondisinya 60% baik dan 30% memerlukan perawatan lebih lanjut agar aman untuk dilewati pengendara sepeda motor maupun mobil sedangkan 10% lagi dalam keadaan rusak berat.

Untuk itu ia menjalin kerja sama bilateral dengan MLIT Jepang guna menyelesaikan permasalahan pembangunan jembatan dan bendungan di negeri ini.

Selain membangun waduk, Jepang juga harus memberikan ide kepada Indonesia bagaimana membangun bendungan dan jembatan serta pengoperasian dan mengelola sumber daya air.

Basuki mencontohkan di Jepang banyak sekali ikan salmon, yang naik ke hulu karena air bendungan yang bersih. Ikan tersebut berkembang biak dengan baik di dalam bendungan.

Sementara itu, Yusuke Amano selaku Director of International Cooperation and Engineering for Infrastructure of MLIT sudah melakukan studi di bendungan Kedungombo, Citarum, dan Jatiluhur. Ia mengatakan cukup senang bisa mengungkapkan hasil studinya dan bermanfaat.

"Indonesia ada fasilitas yang sudah lama seperti bendungan dan jembatan. Di Jepang ada yang lebih kuno. Jepang punya pengalaman memperbaiki, merawat, dan mempertahankan fasilitas tersebut, itulah yang akan dipergunakan di Indonesia," jelas Yusuke.

Selain itu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menuturkan bantuan BMKG mutlak diperlukan untuk memperkirakan bencana yang akan terjadi, sehingga pemerintah siap melakukan upaya pencegahan melalui pembangunan jembatan ataupun bendungan.

"Inovasi yang dilakukan bukan hanya bagaimana membangun bendungan tersebut, namun juga memperkirakan pergerakan tanah serta volume air, dan memanfaatkan data yang diperoleh untuk membangun suatu bendungan," ucapnya.

Tag : bendungan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top