Kementan Berikan Pelatihan IB bagi Peternak Palestina

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan pelatihan inseminasi buatan (IB) bagi ternak untuk peternak Palestina.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  16:00 WIB
Ilustrasi peternakan sapi - Antara

Bisnis.com, MALANG—Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan pelatihan inseminasi buatan (IB) bagi ternak untuk peternak Palestina.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan kegiatan itu sebagai bagian dari kepedulian Indonesia untuk membantu pengembangan kapasitas warga Palestina dalam sub sektor peternakan, terutama teknologi Inseminasi Buatan (IB).

“Kerjasama tersebut dilakukan melalui pelatihan yang berjudul “Training Course on The Strengthening of Artificial Insemination Management and Conservation of Livestock Genetic Resources For Palestine,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (14/12/2017).

Pelatihan yang berlangsung dari hari ini 13- 28 Desember 2017 ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Kementerian Sekretariat Negara RI dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Peternak asal Palestina yang mengikuti sebanyak 10 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 16 hari di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang.

BBIB Singosari yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen PKH telah mempunyai pengalaman dalam memberikan pelatihan kepada negara-negara berkembang lainnya untuk mengembangkan teknologi IB pada ternak sapi.

I Ketut berharap, pelatihan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia nantinya akan dapat membantu meningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi peserta Palestina, terutama terkait penerapan teknologi IB.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan Sugiono menyampaikan IB pada ternak merupakan salah satu teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak dan mutu genetik.

"Penerapan IB pada ternak di sebagian besar negara berkembang hanya memiliki sedikit keberhasilan," katanya.

Hal itu terjadi karena infrastruktur untuk kegiatan inseminasi buatan yang belum dibangun dengan baik.Indonesia adalah termasuk negara yang mampu menerapkan IB dan pada saat ini IB menjadi ujuk tombak untuk keberhasilan Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) yang merupakan fokus kegiatan utama Pemerintah Indonesia pada periode 2017-2019.


Melalui Upsus Siwab, Indonesia mengoptimalkan potensi sapi dan kerbau betina di dalam negeri untuk terus menghasilkan anak dalam rangka menambah populasi ternak nasional.

“Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026”, tambahnya.

Dia menjelaskan, melalui Upsus Siwab, capaian IB nasional berdasarkan data kumulatif dari Januari hingga tanggal 10 Desember 2017 sebanyak 3.717.499 ekor, dengan jumlah kebuntingan nasional mencapai 1.649.716 ekor, serta jumlah kelahiran sebanyak 708.496 ekor.

Kepala BBIB Singosari Enniek Herwijanti menyampaikan, training kali ini adalah yang ke-3 untuk Palestina.

Kementerian Pertanian sebelumnya juga telah bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan kegiatan Training Course on Frozen Semen Production and Breeding of Small Ruminants for Palestine pada tanggal 2-11 Maret 2015 dan Training on Artificial Insemination for Small Ruminants di bulan November 2015.

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara Eropa, IB pada ternak telah dikomersialisasikan dan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, dan bahkan telah menjadi produk industri.

“Saat ini BBIB Singosari terus mengembangkan teknologi IB pada sapi perah, sapi potong, dan kambing,” kata Enniek.

Tag : kementan, palestina
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top