Chile Bebaskan Bea Masuk 90% Pos Tarif untuk Indonesia

Indonesia dan Chile menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement yang berdampak terhadap pembebasan bea masuk terhadap 90% pos tarif Chile untuk barang asal RI.
M. Nurhadi Pratomo | 15 Desember 2017 11:38 WIB
Enggartiasto Lukita. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA -- Indonesia dan Chile menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement yang berdampak terhadap pembebasan bea masuk terhadap 90% pos tarif Chile untuk barang asal RI.

Keputusan tersebut dihasilkan melalui penandatanganan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) pada Kamis (14/12), di Santiago, Chile, oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar Negeri Chile Heraldo Munoz.

"Dengan IC-CEPA hampir 90% dari seluruh pos tarif Chile akan 0% atau bebas bea masuk," ujar Mendag melalui siaran pers, Jumat (15/12).

Enggartiasto menjelaskan terdapat 7.669 pos tarif masuk Chile yang dibebaskan bea masuk. Sementara 199 produk lainnya akan dikenakan penurunan tarif hingga 50%.

“Indonesia menyambut gembira penandatanganan IC-CEPA hari ini karena merupakan perjanjian dagang pertama Indonesia di Amerika Latin. Perjanjian ini adalah tonggak sejarah hubungan bilateral kedua negara dan dapat mendorong peningkatan perdagangan Indonesia-Chile," jelasnya.

Beberapa produk Indonesia yang mendapat pengurangan tarif signifikan dalam IC-CEPA, antara lain otomotif, alas kaki, furnitur, perhiasan, minyak sawit dan turunannya, kertas, tekstil dan produk tekstil, produk perikanan, kopi, teh, ban, biofuel, serta peralatan militer. Di sisi lain, Indonesia akan menghapus bea masuk menjadi 0% di 9.308 pos tarif bagi produk asal Chile serta memberikan pengurangan tarif sebesar 25%-50% untuk 590 produk lainnya.

Data Kementerian Perdagangan mencatat perdagangan Indonesia-Chile mengalami penurunan pada rentang (2012—2016) sebesar 12,09%. Total perdagangan kedua negara tahun lalu senilai US$227,15 juta atau turun 29,28% secara year on year.

Menurut data tersebut, Chile merupakan negara tujuan ekspor nonmigas urutan ke-54 bagi Indonesia pada 2016. Adapun ekspor produk non migas dari Indonesia ke Chile antara lain alas kaki, mesin, peralatan mekanik, serta pakain. Sebaliknya, negara itu mengirimkan beberapa komoditas seperti bubur kayu, pakan ternak, lewak hewani dan nabati, hingga buah dan kacang.

Tag : Enggartiasto Lukita
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top