AS Perketat Impor, China Jadi Tujuan Utama Ekspor RI

Pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia ke China diperkirakan terus berlanjut pada tahun mendatang menyusul semakin meningkatnya konsumsi domestik yang menguat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 15 Desember 2017  |  22:43 WIB
. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia ke China diperkirakan terus berlanjut pada tahun mendatang menyusul semakin meningkatnya konsumsi domestik yang menguat.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Kamdani mengatakan China akan terus menjadi tujuan utama ekspor setelah Amerika Serikat mulai memperketat aturan tentang impor di negaranya.

“Pasar China sangat besar, AS belakangan aturannya berganti karena mau menurunkan impor dan lebih banyak menfokuskan pertumbuhan di dalam negeri,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor nonmigas ke pasar China lebih tinggi dibanding AS secara year to year (yoy) pada November 2017. Ekspor China tembus ke angka US$19,12 miliar dari US$13,23 miliar atau tumbuh 44,49% dibanding Januari - November 2016.

Sementara pertumbuhan ekspor ke AS hanya bertumbuh 10,48% menjadi US$15,71 miliar dari tahun sebelumnya hanya berada di posisi US$14,22 miliar secara year to year.

Namun secara month to month (m-to-m) pada November 2017, ekspor nonmigas China menurun -5,03% dari bulan sebelumnya US$2,33 miliar menjadi US$2,21 miliar. Sementara pasar AS sudah menerima ekspor dari Indonesia sebanyak US$1,38 miliar menjadi US$1,50 miliar, atau naik 8,46%.

“Kita melihat opportunity produk unggulan yang masuk ke China. Sehingga pasar [penerimaan barang ke China] cukup besar. Sekarang sudah banyak juga yang invest [dari China] ke Indonesia sehingga mendorong penerimaan barang,” kata Shinta.

Pertumbuhan ekspor ke China juga disinyalir akibat investasi besar-besaran yang dilakukan negeri tirai bambu itu terhadap RI. Sehingga menurut Shinta, mendorong penerimaan pemerintah China terhadap barang ekspor Indonesia semakin terbuka.

Tag : china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top