Kebut Bandara Apung, AP I Sebar Ribuan Mangrove di Sekitar A. Yani

Otoritas Bandara Ahmad Yani Semarang mengebut proyek pembangunan bandara baru dengan konsep floating airport.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 15 Desember 2017  |  21:06 WIB
Penanaman Mangrove di Sekitar Bandara Ahmad Yani - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - Otoritas Bandara Ahmad Yani Semarang mengebut proyek pembangunan bandara baru dengan konsep floating airport. Upaya yang dilakukan saat ini ialah menanam 24.000 bibit mangrove di delapan titik lokasi.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kol (Cpn) Maryanto mengatakan penanaman bibit mangrove sudah dilakukan berkala sejak 3 tahun terakhir.

Untuk Jumat (15/12/2017), pihak bandara kembali menanam 24.000 bibit mangrove tepat di bawah bangunan Bandara Ahmad Yani yang baru.

"Yang lalu-lalu sudah (ditanam) 44.000. Belum lagi yang tiga tahun lalu. Yang hari ini ada 24.000 mangrove," kata Maryanto, ketika meninjau penanaman mangrove.

Untuk mengebut penanaman mangrove, kami melibatkan semua elemen stackholder mulai aparat TNI/Polri, warga Tawangmas yang tinggal di dekat bandara, dan para petani mangrove.

Dia menganggap penanaman mangrove mampu melestarikan ekosistem bawah laut yang berada di sekitar proyek bandaranya.

Aktivitas itu juga demi mendukung konsep bandara apung (floating airport) yang dirancang untuk pembangunan Bandara Ahmad Yani yang baru.

"Ini sudah sesuai konsep master plan kami dengan merancang floating airport," paparnya sembari menunjukan ribuan hektar mangrove yang terhampar di bawah proyek bandara.

Jika bibit mangrove selesai ditebar, kata Maryanto, pihaknya selanjutnya akan membuatkan tracking untuk mendukung wisata alam sebagai pendukung fasilitas bandara baru.

Dia mengaku AP I sudah menganggarkan dana khusus untuk membangun proyek water management, sehingga air yang berasal dari Laut Jawa bisa mengalir lancar menuju instalasi yang terpasang di bandaranya.

Kemudian air laut kembali diolah menjadi air bersih untuk menyuplai kebutuhan air minum bagi calon penumpang maupun pegawai Angkasa Pura yang ada di Bandara Ahmad Yani yang baru.

"Kalau hanya mengandalkan PDAM pasti nantinya menemui kendala. Nah, jika diolah dari laut pasti sistemnya lancar," kata Maryanto. 

Tag : bandara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top