KLHK Bangun Reaktor Biomassa di Lampung

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun pilot project fasilitas penyediaan energi biomassa dalam bentuk reaktor biomassa di Jatidatar Mataram, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 16 Desember 2017  |  11:34 WIB
Biomassa - Ilustrasi/ptpjb.com

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun pilot project fasilitas penyediaan energi biomassa dalam bentuk reaktor biomassa di Jatidatar Mataram, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK mengatakan konsumsi energi Indonesia masih didominasi oleh sumber daya alam dan hasil ekstraktif sehingga sangat penting untuk mengembangkan energi terbarukan.

"Indonesia masih didominasi oleh sumber daya alam dan hasil ekstraktifnya, sedangkan kita ketahui bersama jumlah cadangan sumber daya alam di Indonesia terus mengalami penurunan”, ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/12/2017).

Adapun, reaktor biomassa tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Lampung dan pihak terkait. Pilot project ini memiliki kapasitas masing-masing 10 ton/batch dengan energi yang dihasilkan dari dua reaktor sekitar 154 m3/hari, atau setara dengan 61,6 kg gas elpiji yang dapat digunakan oleh 20 kepala keluarga.

Data British Petroleum menyebutkan konsumsi energi mengalami pertumbuhan sebesar 5,7% pada tahun 2015 dan 5,9% pada tahun 2016. British Petroleum menyebutkan data konsumsi energi Indonesia tahun 2016 adalah sebesar 41% untuk minyak bumi, batubara 36%, gas 19%, dan sisanya sebesar 4% merupakan kosumsi energi dari tenaga air dan energi terbarukan.

Indonesia menargetkan pengembangan EBT sebesar 23% pada Bauran Energi Nasional tahun 2025. Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis, yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati.

Potensi biomassa sangat besar di Indonesia, diperkirakan sebanyak 49.810 MW, yang berasal dari tanaman dan limbah. Salah satunya adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang merupakan limbah padat terbesar industri kelapa sawit yaitu sekitar 27,6% - 32,5% selama proses.

Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 mengatakan kehadiran reaktor biomasaa diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal, baik bagi lingkungan, produksi pangan dan energi, serta segi finansial.

Dia mengklaim teknologi biomassa dapat mengurangi limbah padat, dan membentuk methane capture, sehingga gas yang terbentuk saat proses tidak terdispersi langsung ke udara dan tidak menyebabkan pemanasan global.

“Dari aspek produksi, teknologi ini menghasilkan media tumbuh jamur untuk Ketahanan Pangan serta menghasilkan energi bersih bersih berupa gas untuk Ketahanan Energi. Sedangkan secara finansial, dapat menambah penghasilan masyarakat dari hasil panen jamur dan penghematan bahan bakar,” tambahnya.

Tag : biomassa, klhk
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top