Tangani Banjir DKI, Pembangunan 2 Bendungan Pengendali Dipercepat

Pemerintah pusat mempercepat pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang merupakan bendungan pengendali banjir di wilayah DKI Jakarta.
Yanita Petriella | 16 Desember 2017 01:37 WIB
Busway menerobos genangan air di Grogol, Jakarta, Selasa (21/2). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, CIAWI - Pemerintah pusat mempercepat pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang merupakan bendungan pengendali banjir di wilayah DKI Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan bendungan Sukamahi dan bendungan Ciawi ditargetkan selesai pada pertengahan 2019 yakni bulan Juni.

"Ini kami percepat lahan dan konstruksinya. Konstruksi baru berjalan 2 bulan ini. Target kami Juni 2019 harus selesai," ujarnya seusai peninjauan kedua bendungan, Jumat (15/12/2017).

Bendungan Ciawi sendiri berlokasi di bagian hulu Sungai Ciliwung di Desa Cipayung, Desa Gadog, dan Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, dan Desa Kopo di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Untuk Bendungan Sukamahi berlokasi di bagian hulu Sungai Cisukabirus di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Dua bendungan yang merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta ini bendungan khusus pengendalian banjir Jakarta yang pertama kalinya dibangun di Indonesia.

Bendungan Sukamahi dan Ciawi ini merupakan bendungan kering (dry dam) dimana akan tergenang jika intensitas hujan tinggi. Sementara saat musim kemarau bendungan ini kering.

"Ini baru pertama kalinya di Indonesia. Tapi referensinya sudah banyak, di Colorado, San Diego. Kalau musim kering, ya kering sebagai taman, tapi kalau musim hujan akan tergenang sebagai pengendali banjir," katanya.

Basoeki menambahkan pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi ini merupakan janji Presiden RI Jokowi saat sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Beliau bilang pengendalian banjir Jakarta akan lebih mudah apabila saya menjasi Presiden. Beliau buktikan itu," ucapnya.

Pembangunan kedua bendungan ini pada awalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, karena berbagai kendala sehingga diambil alih oleh Pemerintah Pusat pada saat sidang kabinet.

"Dulu waktu beliau menjabat sebagai gubernur, pada saat terakhir tinggal transfer uang kepada mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, trus ternyata kena masalah hukum, enggak jadi transfer. Lalu, jaman pak Ahok menjabat Gubernur DKI ada pilkada sehingga diambil alih saat sidang kabinet, seluruhnya pakai dana APBN," terang Basoeki.

Untuk diketahui, kontrak Pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 antara pihak SNVT PJSA Ciliwung Cisadane dan PT Brantas Abipraya-Sacna KSO sebagai pihak kontraktor dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years).

Sementara penandatanganan kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi senilai Rp436,97 miliar dilakukan pada 20 Desember 2016 dengan kotraktor PT Wijaya Karya-Basuki KSO.

Tag : Banjir Jakarta
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top