Grab daN HOT Lanjutkan Mapathon ke Bandung

Mapathon adalah salah metode paling efisien untuk menambahkan data peta dan geospasial di OpenStreetMap, suatu wadah pemetaan partisipatif.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  16:37 WIB
Logo angkutan online Grab - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com JAKARTA — Grab dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia menggelar mapathon bersama mahasiswa di Bandung.

Mapathon adalah salah metode paling efisien untuk menambahkan data peta dan geospasial di OpenStreetMap, suatu wadah pemetaan partisipatif.

Lebih dari 50 peserta mapathon yang berasal dari berbagai universitas di Bandung berkumpul di Eduplex, Dago, dan mendedikasikan waktu mereka untuk belajar melakukan pemetaan dan dilanjutkan dengan praktik pemetaan wilayah-wilayah yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan Tasking Manager, alat yang mampu mengkoordinasi pemetaan kolaboratif jarak jauh.

Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia mengatakan kegiatan mapathon adalah upaya Grab berkontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kami sangat memahami pentingnya peta yang baik dan jelas bagi kelancaran berbagai kegiatan masyarakat di era digital, termasuk di dalamnya mengurangi risiko dan dampak ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Di Indonesia, Bandung adalah kota kedua tempat Grab menyelenggarakan mapathon. Sebelumnya, pada awal November 2017, Grab mengadakan mapathon di Jakarta yang diikuti oleh 17 peserta.

Mapathon di Jakarta berhasil memetakan 240 ruas jalan di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Tangerang, dan Depok dengan total panjang 270 kilometer hanya dalam waktu 3 jam.

Grab berinisiatif menjadikan mapathon sebagai gerakan regional untuk meningkatkan kualitas hidup dan keamanan masyarakat di kota-kota tersebut karena banyak kota di Asia Tenggara rawan bencana.

Pada 25 November 2017, Grab mengadakan mapathon di Manila, Filipina, yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Para peserta berhasil melakukan 25.000 edit peta dalam sehari kegiatan.

Ke depan, Grab akan mengadakan lebih banyak mapathon di kota-kota lain di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan HOT dan Komunitas OpenStreetMap yang telah bekerja tanpa lelah meningkatkan kualitas peta dan data lokasi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” katanya.

Yantisa Akhadi, Project Manager HOT Indonesia, mengatakan saat ini Grab sudah hadir di lebih dari 100 kota di Indonesia. Sebagian besar kota-kota tersebut merupakan prioritas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan HOT karena rawan bencana.

“Kolaborasi antara perusahaan swasta dan lembaga swadaya masyarakat sangat krusial dalam membangun kapasitas kota-kota tersebut untuk merespon bencana dan mapathon adalah cara yang sangat baik untuk melibatkan berbagai kalangan masyarakat dalam upaya-upaya ini,” jelas Yantisa.

Selain mapathon, Grab juga bekerjasama dengan HOT dan BNPB dalam melakukan pemetaan dan pengumpulan data lokasi-lokasi pengungsian dan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Karangasem, Bali, untuk membantu penanggulangan bencana erupsi Gunung Agung.

Kegiatan pemetaan dan pendataan tersebut berlangsung pada 5 sampai 16 Oktober 2017 dan melibatkan sekitar 50 orang mitra pengemudi GrabBike. Dalam rentang waktu tersebut, para mitra pengemudi GrabBike berhasil memetakan dan mendata 156 pos pengungsian, 15 fasilitas kesehatan dan lima pengungsian ternak.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top