NATAL & TAHUN BARU: Hippindo Tambah Pasokan Dua Kali Lipat

Para peritel yang menjadi penyewa di pusat perbelanjaan sudah menambah stok barang hingga dua kali lipat untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan permintaan dari konsumen menjelang Natal dan Tahun Baru.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  16:51 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, para peritel sudah menambah pasokan hingga dua kali lipat untuk mengantisipasi naiknya permintaan.

Ketua Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan para peritel yang menjadi tenant di pusat perbelanjaan sudah mempersiapkan diri sejak tiga bulan lalu. "Biasanya kalau Idulfitri ada penambahan stok tiga kali lipat, kalau Natal sekitar dua kali lipat," sebut dia kepada Bisnis, Senin (18/12/2017).

Kenaikan permintaan dari konsumen biasanya terjadi 1-2 pekan sebelum Natal. Adapun barang-barang yang banyak dicari pada momen Natal dan Tahun Baru umumnya berasal dari kategori lifestyle yakni fesyen, aksesoris, serta barang elektronik.

Pertumbuhan penjualan pada Natal dan Tahun Baru disebut berbeda-beda untuk tiap jenis produk. Misalnya, untuk produk fesyen peningkatannya bisa mencapai dua kali lipat dari hari-hari biasa sedangkan untuk supermarket berkisar 10%-20%.

Untuk mengerek penjualan, lanjut Budihardjo, para peritel sudah mempersiapkan program akhir tahun seperti diskon atau promosi khusus untuk menarik konsumen.

Optimisme ini disampaikan di tengah melambatnya pertumbuhan ritel Tanah Air. Berdasarkan data The Nielsen Company Indonesia, kenaikan penjualan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) selama Januari-Oktober 2017 hanya menyentuh 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun capaian pertumbuhan penjualan pada Januari-Oktober 2016 menyentuh 9,8% secara year-on-year (yoy).

Executive Director, Retailer Services Nielsen Indonesia Yongky Susilo memperkirakan kinerja sektor ritel Tanah Air hanya akan meningkat 2,5% sepanjang tahun ini. Angka tersebut jauh di bawah realisasi tahun lalu yang mencapai lebih dari 7%. (AMA)

Tag : Natal dan Tahun Baru
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top