Industri Digital Diprediksi Tumbuh Dua Digit

Pemerintah meyakini laju pertumbuhan industri digital semakin terakselerasi dengan rampungnya proyek broadband serat optik Palapa Ring pada tahun depan.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  18:11 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah meyakini laju pertumbuhan industri digital semakin terakselerasi dengan rampungnya proyek broadband serat optik Palapa Ring pada tahun depan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan industri digital dalam 6 tahun terakhir selalu konsisten tumbuh dua kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu pada kisaran 9,98%—10,7%.

“Mulai 2019, industri digital tumbuh di atas 11% karena seluruh wilayah nusantara akan terhubung oleh jaringan Internet,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (18/12/2017).

Menurutnya, generasi milenial sebagai perintis berbagai startup e-commerce di Indonesia perlu mulai menetapkan strategi jangka panjang. Tujuannya agar model bisnis tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. “Mereka perlu dipertemukan dalam sebuah ekosistem agar komposisinya seimbang berdasarkan generasinya,” ujarnya.

Berdasarkan riset Michael Page pada 2016, lapangan pekerjaan pada sektor ekonomi digital tumbuh 60% dalam setahun terakhir seiring dengan perkembangan industri digital di Indonesia. Riset yang sama memproyeksikan perusahaan e-commercefintech, logistik, dan big data bakal menjadi penyerap tenaga kerja paling besar pada sektor industri digital.

Riset Google dan Temasek bertajuk e-Economy SEA Spotlight 2017 yang dirilis pada pekan lalu mengestimasi arus investasi yang mengalir ke berbagai startup digital Asia Tenggara mencapai US$12 miliar sejak 2016 hingga kuartal ketiga 2017.

Sebanyak 34% dari nilai investasi tersebut, yaitu sekitar US$4,08 miliar, dipastikan mengalir ke Indonesia. Nilai tersebut diperkirakan terus bertambah mengingat terdapat tambahan aliran investasi senilai US$7 miliar ke industri digital Asia Tenggara yang terealisasi pada kuartal keempat tahun ini.

Sebagian besar investasi tersebut tertuju kepada sejumlah startup yang menyandang status Unicorn, atau yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Empat unicorn Indonesia adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mencatat terdapat sebanyak 305 perusahaan yang bergerak di sektor industri digital dengan beragam jenis bisnis di dalam negeri. Berbagai perusahaan digital tersebut mencakup sektor keuangan, advertisingtradingdailydealsdirectory, infrastruktur digital, sistem operasi, mesin pencarian, konsultan IT, marketplaceonline retailpayment gateway, dan travel.

Airlangga menyatakan pemerintah berupaya menarik lebih banyak investor mancanegara untuk menunjang pengembangan ekonomi digital di Indonesia. “Berbagai cara dilakukan, dari mulai pembangunan infrastruktur hingga fasilitas perizinan dibenahi agar semakin banyak pelaku bisnis yang berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

 

Tag : ekonomi digital
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top