Natal dan Tahun Baru 2018 : Kebutuhan Daging Sapi dan Kerbau Diprediksi Tembus 50.479 Ton

Ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman, bahkan surplus sebanyak 19.261 ton.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 20 Desember 2017  |  11:21 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MALANG—Kebutuhan daging sapi dan kerbau pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 diprediksi mencapai 50.479 ton.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyatakan ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman, bahkan surplus sebanyak 19.261 ton.

“Dengan ketersediaan daging sapi yang cukup, seharusnya harga daging sapi stabil dan tidak ada alasan untuk harga naik,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (20/12/2017).

Prognosa kebutuhan daging sapi Desember 2017 (Natal) dan Tahun Baru 2018 sebanyak 50.479 ton, sedangkan ketersediaannya sebanyak 69.740 ton.

Ketersediaan daging tersebut berasal dari sapi lokal siap potong sebanyak 29.602 ton (setara 173.987 ekor).

Sapi siap potong ex-impor sebanyak 11.003 ton (setara 55.293 ekor), stok daging sapi di gudang importir sebanyak 11.200 ton (data per 8 Desember 2017) dan stok daging kerbau di Bulog 17.935 ton (data per 8 Desember 2017).

“Dalam menghadapi hari besar keagamaan, yang biasa kita antisipasi adalah kenaikan harga di tingkat pedagang dan pengecer,” ujar I Ketut Diarmita.

Untuk itu Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi untuk mengantisipasi penimbunan bahan kebutuhan pokok, termasuk daging sapi.

Kementan sudah sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk antisipasi kelancaran distribusi khususnya ke delapan provinsi yang merayakan Natal, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Sulut, Sumut, NTT, Kalbar dan dua provinsi terdampak erupsi Gunung Agung (Bali dan NTB).

I Ketut menyampaikan, untuk mengantisipasi gejolak harga di lapangan, Ditjen PKH melalui Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) juga melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan pengecer berkoordinasi dengan Kemendag.

Daging yang beredar di masyarakat saat ini berupa daging segar dan daging beku. Harganya pun berbeda-beda tergantung dari jenis dan potongan daging yang berkisar antara Rp65.000-Rp120.000 per kg.

Preferensi konsumen terhadap daging saat ini masih ke daging segar (hot carcass). Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging ini karena berasal dari sapi lokal.

Pemerintah saat ini juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari pemotongan sapi dengan melakukan perbaikan sistem pemotongan di RPH dan melakukan grading daging berdasarkan jenis potongan-potongan sesuai standar.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan Fini Murfiani mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik harga daging sapi segar (lokal) sepanjang 2017 stabil di kisaran Rp110.000–Rp120.000/kg.

Berdasarkan informasi perkembangan harga yang ia himpun dari petugas pelayanan informasi pasar (PIP) di daerah sentra produsen disebutkan bahwa harga sapi hidup pada pekan ke II Desember dibandingkan dengan minggu I Desember 2017 relatif stabil Rp44.500/kg / berat hidup.

Daging sapi yang diperdagangkan memiliki klasifikasi berdasarkan potongan daging yang dibedakan dari tingkatan mutu dan harganya. Berdasarkan pantauan Petugas PIP di beberapa meat shop dan pasar tradisional di Jabodetabek pada pekan ke-2 Desember 2017, daging has harga terendah Rp 114.000/kg dan tertinggi Rp120.000/ kg.

Daging paha belakang harga terendah Rp90.000/kg dan tertinggi Rp110.000 /kg. Daging paha depan harga terendah Rp87.000/kg dan tertinggi Rp108.000/ kg. Sementara itu harga tetelan (CL) terendah Rp70.000/kg dan tertinggi Rp78.000 /kg.

“Harga daging sapi segar untuk jenis paha belakang di tingkat eceran juga masih stabil di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur berkisar Rp119.000-Rp120.000/ kg, sedangkan di DKI Jakarta harga daging jenis paha belakang masih stabil Rp119.500/ kg,” ungkap Fini Murfiani.

 

Tag : Natal dan Tahun Baru
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top