PERIKANAN BUDI DAYA: Alokasi KUR Lebih Dibutuhkan

Pemerintah diminta mengalokasikan kredit usaha rakyat lebih besar kepada pembudidaya daripada menyalurkan bantuan paket produksi yang tidak efektif.
Sri Mas Sari | 20 Desember 2017 17:30 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta mengalokasikan kredit usaha rakyat lebih besar kepada pembudidaya daripada menyalurkan bantuan paket produksi yang tidak efektif.

Sekjen Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Agung Sudaryono mengatakan bantuan paket produksi, seperti benih ikan, pakan, keramba jaring apung, justru tidak mendidik mental pembudidaya.

Di beberapa tempat, program itu justru menimbulkan masalah. Sebagai contoh, petani yang mendapatkan bantuan benih lele dan pakan menjual hasil panen di bawah harga pasar, yakni Rp9.000 per kg. Padahal, harga pasar lele Rp15.000 per kg. Akibatnya, pembudidaya yang berusaha sendiri tanpa bantuan dari pemerintah tiarap.

"Program bantuan pun gagal. Petani hanya menerima bantuan, panen dan jual sekali, lalu tidak membudidayakan lagi," kata Agung saat dihubungi, Rabu (20/12/2017).

Belum lagi program bantuan alat pakan mandiri yang menurut pantauan MAI banyak mengganggur karena akses bahan baku sulit, listrik tidak ada, dan penerima bantuan tidak tahu cara mengoperasikan mesin.

Program keramba jaring apung yang digulirkan sejak 2010 pun banyak yang mangkrak sejak pemerintah mengetatkan regulasi kapal pengangkut ikan hidup pada 2016.

Pada 2018, pemerintah masih akan menyalurkan bantuan paket produksi, seperti bantuan benih senilai Rp96,9 miliar, produksi bibit rumput laut Rp5 miliar, KJA Rp76,3 miliar, lele bioflok Rp60 miliar, dan pakan mandiri Rp26,3 miliar.

Padahal, menurut Agung, bantuan itu akan lebih efektif jika disalurkan dalam bentuk KUR. Hingga kuartal III/2017, realisasi KUR untuk sektor kelautan dan perikanan hanya Rp1,1 triliun atau hanya 2% dari realisasi KUR nasional.

Selain itu, pemerintah juga dapat menyalurkan pinjaman lunak melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang dibentuk Januari tahun ini.

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top