Pengenaan Anti Dumping Bahan Baku Bungkus Mi Instan Ditinjau Ulang

Komite Anti Dumping Indonesia memulai penyelidikan peninjauan kembali Bea Masuk Anti Dumping produk impor biaxially oriented polypropylene dari Thailand dan Vietnam.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  14:48 WIB
Mie instan - Antara/Muhammad Arif Pribadi

Bisnis.com,JAKARTA— Komite Anti Dumping Indonesia memulai penyelidikan peninjauan kembali Bea Masuk Anti Dumping produk impor biaxially oriented polypropylene dari Thailand dan Vietnam.

Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Ernawati menjelaskan bahwa penyelidikan peninjauan kembali bea masuk anti dumping (BMAD) merupakan tindak lanjut permohonan yang diajukan oleh PT Trias Sentosa Tbk dan PT Lotte Packaging.

Dua industri dalam negeri tersebut meminta kepada pemerintah untuk melanjutkan pengenaan BMAD terhadap produk impor biaxially oriented polypropylene (bopp) dari Thailand dan Vietnam yang bakal berakhir pada Januari 2019.

Ernawati mengatakan permintaan tersebut seiring masih berlanjutnya dumping serta adanya kerugian yang dialami industri domestik.

“Setelah meneliti dan menganalisis permohonan tersebut, KADI menemukan adanya indikasi masih berlanjutnya atau berulangnya dumping dan kerugian yang dialami industri dalam negeri akibat produk BOPP yang diimpor atau berasal dari Thailand dan Vietnam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/12/2017).

Kementerian Perdagangan mencatat impor bopp dari Thailand dan Vietnam terus mengalami peningkatan meskipun telah dikenakan BMAD sejak 29 Januari 2017.

Impor dari kedua negara tersebut pada tahun 2015 sebesar 20.523 MT atau dengan pangsa impor sebesar 57%. Sementara itu, volume impor pada 2016 sebesar 28.126 MT dengan pangsa sebesar 54%. Hingga semester I 2017, volume impor mencapai 10.711 MT dengan pangsa sebesar 39%.

Seperti diketahui, pengenaan BMAD terhadap impor bopp tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1/PMK.010/2017 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Barang Impor Biaxially Oriented Polypropylene Dari Negara Thailand dan Vietnam.

Menurut catatan Bisnis, Kementerian Keuangan mengenakan BMAD 28,4% pada bopp yang diproduksi oleh perusahaan Thailand selain A.J Plast Publick Company Limited serta sebesar 3,9% dikenakan kepada bopp yang diproduksi oleh perusahaan Vietnam.

Penyelidikan atas tuduhan dumping bopp telah berlangsung sejak 2015 dan BMAD efektif berlaku mulai 30 Januari 2017. Bopp merupakan bahan baku yang digunakan sebagai lapis luar kemasan fleksibel untuk membungkus produk mi instan, cemilan, hingga selotip.

Tag : anti dumping, mi instan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top