Lampaui Target, Ekspor Indonesia ke Afrika Barat Meningkat

Realisasi ekspor Indonesia ke negara-negara di Afrika Barat meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah mendiversifikasi tujuan ekspor. Per Oktober 2017, ekspor non migas ke wilayah tersebut mencapai lebih dari US$779 juta atau naik US$134 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  18:11 WIB
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya pemerintah mendiversifikasi tujuan ekspor, termasuk ke Afrika, mulai mengerek realisasi ekspor ke negara-negara di kawasan itu.

Duta Besar RI di Abuja Harry Purwanto mengatakan perdagangan Indonesia ke 11 negara Afrika Barat mengalami kenaikan 20,7% atau dua kali lipat dari nilai yang ditargetkan Pemerintah Indonesia. Kesebelas negara itu adalah Benin, Burkina Faso, Gabon, Ghana, Kamerun, Kongo, Liberia, Niger, Nigeria, Sao Tome and Principe, dan Togo.

"Hingga Oktober 2017, kinerja ekspor non migas Indonesia mencapai lebih dari US$779 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor non migas Indonesia ke Afrika Barat telah meningkat US$134 juta," sebut dia dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (21/12/2017).

Kinerja ekspor ke kawasan itu hanya mengalami penurunan di 2 negara, yakni Kamerun dan Niger. Namun, hal ini lebih disebabkan oleh meningkatnya volume barang impor dari Indonesia yang masuk melalui negara ketiga.

Niger misalnya, sebagai negara yang tidak memiliki perbatasan dengan laut, selama ini importir mengandalkan distributor besar di Afrika Barat yang terletak di Nigeria dan Benin. Oleh karena itu, produk dari Indonesia masih bisa ditemukan dengan mudah di Niger dan Kamerun.

"Hal ini karena produk Indonesia dikenal masyarakat setempat sebagai produk yang berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga sangat menarik bagi pasar Afrika," papar Harry.

Peningkatan kinerja perdagangan juga terlihat dari banyaknya bisnis yang berjalan antara pengusaha Indonesia dan Afrika Barat. Selain produk makanan dan obat-obatan, saat ini juga sedang dijajaki penjualan produk industri strategis Indonesia seperti kereta api, kapal terbang, peralatan militer, dan sektor pertambangan.

Setidaknya 47 perusahaan Indonesia telah memiliki kantor perwakilan atau distributor utama di Lagos, Nigeria. Pada Desember 2017, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Timah Tbk. (TINS) sudah menandatangani kerja sama dengan mitra lokal Nigeria dengan potensi nilai kerja sama sebesar US$100 juta.

Dia melanjutkan potensi ekonomi 11 negara Afrika Barat memang cukup besar, didukung oleh jumlah penduduk yang mencapai 300 juta jiwa dan akumulasi PDB sebesar US$650 miliar. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan praktik demokrasi yang sehat disebut menjadi faktor penarik bagi wilayah itu.

 

Tag : diversifikasi ekspor, afrika
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top