Pertamina & Sonatrach Teken MoU Tambah Aset di Aljazair

PT Pertamina (Persero) dan Sonatrach, perusahaan minyak dan gas asal Aljazair, meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang merupakan amandemen dari kesepakatan sebelumnya guna menambah aset baru.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  21:13 WIB
/tambang.co

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) dan Sonatrach, perusahaan minyak dan gas asal Aljazair, meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang merupakan amandemen dari kesepakatan sebelumnya guna menambah aset baru.

Dalam keterangan resminya, Kamis (21/12/2017), penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik dan CEO Sonatrach Abdelmoumen Ould Kaddour di Aljazair.

Sebelumnya, kedua pihak telah meneken MoU pada September 2016. Adapun, pada kesepakatan baru ini, Sonatrach membuka peluang bagi Pertamina untuk menambah aset baik dari eksisting maupun aset baru.

Saat ini, Pertamina melalui anak perusahaannya Pertamina International EP menjadi operator dengan hak kelola 65% di Lapangan MLN. Pertamina juga memiliki hak kelola di Lapangan EMK sebesar 16,9% dan 3,73% di Lapangan OHD.

Potensi yang bisa dijajaki memiliki produksi 20.000 hingga 30.000 barel per hari (bph) dengan total cadangan sekira 100 juta barel (MMbo).

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan MoU tersebut menjadi kesempatan bagi perseroan untuk menambah aset hulu maupun mengembangkan bisnis hilir seperti gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak akan menuntaskan kesepakatan dan mengajukan rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD).

 “Upaya ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memperluas operasi bisnis hulu di luar negeri untuk menambah cadangan dan produksi migas nasional,” katanya.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top