Dua Rute Swasta Bakal Dapat Subsidi Kontainer Tol Laut

Kementerian Perhubungan bakal menerapkan skema subsidi kontainer dalam pelaksanaan program Tol Laut di 2018. Kemenhub bakal memberikan subsidi biaya angkut kontainer yang dimuat kapal pelayaran swasta.
Rivki Maulana | 21 Desember 2017 14:59 WIB
Ilustrasi-Kapal Motor Dobonsolo memasuki Pelabuhan Makassar, Kamis (7/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan bakal menerapkan skema subsidi kontainer dalam pelaksanaan program Tol Laut di 2018. Kemenhub bakal memberikan subsidi biaya angkut kontainer yang dimuat kapal pelayaran swasta.

Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjen Hubla, Capt. Wisnu Handoko mengatakan ada dua rute pelayaran swasta yang bakal mendapat subsisi kontainer untuk tahap awal. Dua rute itu yakni Surabaya--Biak dan Surabaya--Tobelo. "Kami akan titipkan [kontainer] ke shipping line, selisih biayanya akan kami bayar," jelas Wisnu kepada Bisnis.com, Kamis (21/12/2017).

Dia menjelaskan, biaya angkut kontainer yang akan disubsidi adalah selisih antara tarif pelayaran swasta dengan tarif Tol Laut. Wisnu menggambarkan, bila tarif angkut kontainer pelayaran swasta dibanderol Rp15 juta sedangkan tarif Tol Laut Rp8 juta, pemerintah akan memberikan subsidi Rp7 juta kepada pemilik barang.

Wisnu mengungkapkan, frekuensi pengiriman barang kebutuhan penting seperti bahan pangan dan bahan bangunan ke Kawasan Timur Indonesia bisa (KTI) bisa lebih sering karena saat ini rute pelayaran sudah eksis. Dengan biaya angkut yang disubsidi, harga jual barang kebutuhan pokok di KTI bisa ditekan sehingga mengurangi disparitas harga.

Menurut Wisnu, Kemenhub membuka peluang untuk menerapkan skema subsidi kontainer pada rute pelayaran swasta lainnya. Dia menyebut, skema subsidi kontainer merupakan tindaklanjut dari usulan pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesia's National Shipowner Association (INSA).

Sebelumnya, Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto, mengatakan pemerintah sebetulnya bisa menghemat subsidi Tol Laut bila menggandeng swasta. Caranya, pemerintah cukup memberikan subsidi untuk pengangkutan barang ke wilayah terpencil atau remote area sedangkan pengangkutan ke kota-kota yang sudah mapan digarap swasta.

Tag : kemenhub
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top