Keterisian Batik Air Menuju Labuan Bajo Capai 90%

Maskapai penerbangan dari Lion Air Group, Batik Air, mencapai tingkat keterisian 90% untuk penerbangan perdana Cengkareng - Labuan Bajo.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  22:03 WIB
Pesawat Batik Air - Airline Empires

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan dari Lion Air Group, Batik Air, mencapai tingkat keterisian 90% untuk penerbangan perdana Cengkareng - Labuan Bajo.

Corporate Secretary Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan pada 15 Desember 2017 lalu Batik Air menerbangkan armadanya dari Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno – Hatta menuju Labuan Bajo melalui Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur, dan sebaliknya.

Penerbangan tersebut akan dilayani Batik Air satu kali penerbangan perharinya dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 10.10 WIB dan tiba di Labuan Bajo pada pukul 13.40 WITA. Sedangkan penerbangan dari Bandara Komodo akan diberangkatkan pada pukul 14.30 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 16.00 WIB.

“Malah aktualnya [load factor] jadi 90%,” ujar Ramaditya kepada Bisnis pada Kamis (21/12/2017).

Dia menerangkan sewaktu keberangkatan, kursi ekonomi telah habis dipesan, sementara kursi kelas bisnis tersisa empat kursi. Sementara itu, untuk penerbangan sebaliknya dari Labuan Bajo ke Cengkareng, kursi bisnis penuh dan kursi bisnis yang tersisa hanya dua seat.

Penerbangan Batik Air tersebut menggunakan pesawat narrow body dengan tipe Airbus A320 yang mampu mengangkut 12 penumpang kelas bisnis dan 144 penumpang kelas ekonomi. Keterisian penumpang atau target load factor ini melampaui ekspektasi yang diperkirakan hanya mencapai 80%.

“Kami berharap dengan langsung terhubungnya Jakarta menuju Labuan Bajo akan semakin mendongkrak pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pariwisata maupun pengembangan bisnis lainnya yang dapat berkembang pesat karena daya tarik objek wisatanya yang eksotis dan tersebar di setiap penjurunya,” ujar Rama.

Sementara itu, untuk penerbangan internasional yang juga baru dirilis oleh Lion Air Group yaitu penerbangan Batik Air dari Cengkareng-Kota Kinabalu (Sabah) pada 20 Desember 2017 lalu berhasil meraih load factor di atas rata-rata. “Yang ke Kota Kinabalu 70%,” sambung Ramaditya.

Dalam perkembangan lain, maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia juga membuka penerbangan domestik dengan rute Medan-Makassar.

Direktur Marketing & Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati mengatakan pembukaan rute ini bertujuan meningkatkan konektivitas di Indonesia antara barat ke timur.

Dia menegaskan bahwa Medan adalah salah satu hub penerbangan bagian barat, sementara Makassar adalah hub penerbangan bagian timur. Dia yakin layanan penerbangan ini menjadi langkah strategis perusahaan meningkatkan potensi dan memperliuas pangsa pasar domestik.

“Khususnya dengan menyediakan konektivitas langsung antara Medan dan Makassar sebagai salah satu pusat perekonomian terbesar di Indonesia bagian timur dan barat tersebut,” kata Nina Sulistyowati dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan akan merilis 30 rute baru pada 2018 mendatang. Adapun rute terbanyak adalah rute internasional dibandingkan dengan rute domestik. "Sepertiga itu domestik, dua pertiga itu internasional," tuturnya.

Tag : batik air, lion group
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top