Riset iPrice: Alibaba Bergerak Agresif di Indonesia

Tim Riset iPrice, mencatat bahwa berdasarkan riset terbaru dari Google Temasek, tahun 2017 penjualan e-commerce diprediksi bisa mencapai US$10,9 miliar. Jumlah ini meroket 41% dari angka US$5,5 miliar yang dicapai pada 2015.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 24 Desember 2017  |  07:43 WIB
Ilustrasi - dphase.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Riset iPrice, mencatat bahwa berdasarkan riset terbaru dari Google Temasek, tahun 2017 penjualan e-commerce diprediksi bisa mencapai US$10,9 miliar.

Jumlah ini meroket 41% dari angka US$5,5 miliar yang dicapai pada 2015.

Disebutkan dalam laporan tentang kilas balik e-commerce Indonesia 2017, bertanggal 21 Desember 2017, terjadi peningkatan perhatian konsumen terhadap e-commerce.

"Laporan Google juga menyebutkan ketertarikan konsumen terhadap e-commerce tumbuh pesat di Asia Tenggara. Data ini berdasarkan jumlah search volume dari nama-nama e-commerce yang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 2 tahun di Google Search," ujar riset iPrice tersebut yang dimonitor Minggu (24/12/2017) pukul 07.32 WIB.

Lebih jauh disebutkan, pada tahun 2017, tim riset iPrice melihat beberapa fenomena menarik terkait pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Fenomena tersebut di antaranya adalah pergerakan agresif Alibaba."Pertama adalah peningkatan sahamnya ke Lazada Indonesia dari 51% menjadi 83%.

Beberapa bulan setelahnya, mereka mengalirkan dana investasi sebesar 1,1 miliar dolar ke Tokopedia."

Disebutkan pula ada beberapa pemain baru dan besar di Asia Tenggara. "Amazon memasuki Singapura dan Australia. Salim Group dan Lotte meluncurkan e-commerce baru bernama iLotte."

Tahun ini juga tercatat kampanye belanja online besar-besaran dari e-commerce saat 11.11 dan 12.12.

"Mengintip sekilas momen besar tersebut, akan sangat menarik bila kita mengambil sudut pandang yang lebih lebar untuk melihat apa saja momen-momen e-commerce lain yang terjadi di 2017. Tujuan riset ini adalah untuk melihat kembali pertumbuhan dan persaingan e-commerce Indonesia di tahun 2017," lanjut pengantar laporan riset iPrice.

iPrice Group Sdn Bhd adalah perusahaan online shopping aggregator yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

iPrice beroperasi di tujuh negara Asia yakni Hong Kong, Singapure, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Berdasar catatan di Wikipedia, pada Mei 2017, katalog iprice mencapai lebih dari 110 juta produk dari lebih 1.000 merchants lintas wilayuh, termasuk situs ternama Lazada dan Zalora.

Sumber : iprice.co.id

Tag : e-commerce
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top