PLN Siap Operasikan 23 Pembangkit Baru untuk 8 Pulau di Natuna

PT PLN (Persero) siap mengoperasikan 23 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel yang baru dengan total kapasitas 23.500 kilo Watt untuk 8 pulau di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 24 Desember 2017  |  15:05 WIB
Ilustrasi: Seorang anak bermain di tepi pantai Pulau Natuna Besar di Provinsi Kepulauan Riau - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-- PT PLN (Persero) siap mengoperasikan 23 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel yang baru dengan total kapasitas 23.500 kilo Watt untuk 8 pulau di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Mesin-mesin diesel dengan kapasitas 500 kW dan 1.000 kW tersebut ditempatkan di Pulau Laut, Pulau Subi, Pulau Midai, Pulau Serasan, Pulau Sedanau, Pulau Tiga Sabang Mawang, Pulau Tiga Tanjung Kumbik, Pulau Natuna Selat Lampa, dan Klarik.

Semua pulau tersebut masuk wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur PLN Regional Sumatra Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, penempatan mesin pembangkit ini dapat menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Natuna dan pulau-pulau sekitarnya, mengingat ketersediaan listrik di 8 pulau tersebut sudah memiliki cadangan daya di atas 80%.

“Mesin-mesin yang siap operasi di pengujung 2017 ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan taraf hidup juga mencerdaskan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau perbatasan dengan China, Kamboja, Filipina, Vietnam dan Malaysia,” ujar Wiluyo, Minggu (24/12/2017).

Dengan kondisi geografis Kabupaten Natuna yang dipisahkan laut, upaya PLN melistriki sedikitnya 6 pulau menjadi hal yang tidak mudah.

PLN telah menyelesaikan tantangan berupa pengangkutan 23 unit mesin diesel dari pabrikan yang ada di Jakarta dan Surabaya dengan kapal berukuran besar.

“Setiba di lautan Natuna dengan terjangan ombak 4 sampai 7 meter, harus beberapa hari menunggu air pasang agar kapal pengangkut mesin dan material listrik yang lain bisa berlabuh di pinggiran pulau tujuan,” jelas Wiluyo.

Wiluyo melanjutkan, upaya pemindahan mesin juga dilakukan dengan keterbatasan fasilitas sandar yang ada serta jalan akses setiba di daratan. Akibatnya, mesin pembangkit diesel dengan rata-rata berat 12 ton diangkut satu demi satu dari atas kapal melalui hamparan pasir pantai yang telah ditinggikan.

“Perkebunan milik penduduk menuju power house telah disiapkan pada lahan milik PLN sehingga di pengujung 2017 siap dioperasikan untuk menerangi 8 pulau,” imbuh Wiluyo.

Tag : pln
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top