Pilot Terbang Bersama Sabu, Ini Action Budi Karya

Budi Karya Sumadi, yang menjadi Menteri Perhubungan setelah menggantikan Ignasius Jonan pada 27 Juli 2016, nampaknya galau.Ternyata masih banyak pilot yang mengkonsumsi narkoba. Kini, sepertinya, dia tidak mau kecolongan oleh perilaku pilot yang gemar mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan (narkoba).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 24 Desember 2017  |  20:16 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi mengunjungi Bandar Udara Internasional HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu (28/10/2017). - Bisnis.com/Renat Sofie

Bisnis.com, JAKARTA -  Budi Karya Sumadi, yang menjadi Menteri Perhubungan setelah menggantikan Ignasius Jonan pada 27 Juli 2016, nampaknya galau.Ternyata masih banyak pilot yang mengkonsumsi narkoba. Kini, sepertinya, dia tidak mau kecolongan  oleh perilaku pilot yang gemar mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan (narkoba).

Terlebih, setelah pada awal Desember 2017, oknum pilot Lion Air JT 92 berinisial MS (48) tertangkap tangan sedang mengisap sabu. Sabu tersebut diselipkan di dompet milik MS yang dibawa dari Tangerang. MS pun diamankan di Mapolres Kupang Kota.

"Pilot  profesi  mulia,  memiliki tanggung jawab besar kepada penumpang," kata Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Sabtu (23/12/2017). "Untuk itu, seharusnya, sadar untuk selalu mawas diri dan melakukan gaya hidup yang baik."

Pasalnya, penggunaan narkoba di kalangan pilot, sudah seperti hal yang lazim. Kini, semakin banyak pilot yang  tertangkap akibat penggunaan barang setan itu.

Jauh sebelum kasus MS,  misalnya, sekitar pertengahan 2011, Muhammad Nasri, pilot Lion Air  tertangkap saat berpesta sabu bersama rekannya kopilot Husni Thamrin dan Imron. Mereka ditangkap di Apartemen The Colour, Modernland, Kota Tangerang atas kepemilikan dan penggunaan narkotika jenis sabu dan 4 butir ekstasi.

Kemudian, pada 6 April 2011, Winnie Raditya --juga awak kabin Lion Air--  ditangkap oleh Polres Jakarta Pusat di tempat kost di Karet, Tanah Abang karena kedapatan menyimpan sabu di pakaian dalamnya.

Jauh sebelum itu,  pada Sabtu 4 Februari 2012, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Syaiful Salam  --juga pilot Lion Air--   sedang mengisap sabu di kamar Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur. Dari tangannya, petugas menyita satu paket sabu seberat 0,4 gram yang sudah dikemas siap pakai.

Kepala BNN Budi Waseso mengatakan sebagian besar kecelakaan atau insiden penerbangan di Indoneia melibatkan pilot yang terpengaruh narkoba. Kecelakaan itu termasuk peristiwa pesawat Lion Air yang tergelincir masuk laut saat hendak mendarat di Bali pada April 2013 lalu.

Beberapa Kasus

Pilot

Tanggal

Tempat

Pesawat

MS

4 Des 2017

Hotel T-More, Kupang

Lion Air

RS

22 Juni 2017

di Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lion Air

V

5 Agst 2013

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Garuda

Syaiful Salam

4 Feb 2012

Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur

Lion Air

Hanum Adyaksa

10 Jan 2012

Studio Karaoke 33 Grand Clarion Makasar

Lion Air

Husni Thamrin (kopilot),  Imron

2011

Apartemen The Colour, Modernland, Kota Tangerang

Lion Air

Winnie Raditya

6 April 2011

di tempat kost di Karet, Tanah Abang

Lion AIr


"Pilot Lion Air itu berhalusinasi, seolah-olah laut itu  landasan untuk mendarat pesawat," kata Budi Waseso.  "Hampir semua kecelakaan udara di Indonesia, apakah itu selip atau apa, pilotnya terindikasi positif narkoba," kata Budi Waseso.

Lifestyle Pilot

Kini, pemerintah pun tak ingin kasus itu terjadi berulang-ulang. Semua itu harus diakhiri. Kementerian Perhubungan pun bertindak. Kemenhub akan merangkul  Badan Narkotika Nasional (BNN). Setidaknya, untuk mengevaluasi gaya hidup (lifestyle) pilot terkait banyaknya pilot yang mengonsumsi narkoba.

Budi Karya, usai meninjau Pelabuhan Benoa di Bali, Jumat (22/12), mengatakan, kerja sama tersebut akan dilakukan usai musim libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

"Setelah masa liburan ini, saya akan kerja sama dengan BNN untuk melakukan evaluasi 'lifestyle' dari pilot-pilot ini seperti apa. BNN yang lebih tahu karena BNN pernah menceritakan kepada saya ada suatu lifestyle tertentu," kata Budi Karya.

Ada pun kerja sama dengan BNN akan lebih mendasar dan meneliti sejumlah bagian tubuh, seperti kuku dan rambut untuk mengidentifikasi riwayat seseorang pernah menggunakan narkoba.

"Karena lewat kuku dan rambut ini pengguna yang lama juga ketahuan, bahkan jika dia tidak melakukan pada saat itu, bisa di-warning," ungkapnya.

Meski demikian, ia menyatakan  tidak seluruh pilot memiliki gaya hidup tertentu yang kurang baik.  Kerja sama ini sebagai upaya preventif agar tidak terulang kembali awak pesawat yang kedapatan mengonsumsi narkoba dan minuman keras sebelum menjalankan tugasnya.

"Lifestyle itu kalau kita ke suatu kota, malamnya ngapain? Tidur atau pijat, atau ngopi, apa saya tidak tahu. Itu yang akan kami lihat," kata Budi.

Tag : pilot
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top