Rencana Impor Unggas, Timor Leste Tinjau Unit Usaha CPIN Awal 2018

Timor Leste akan menindaklanjuti rencananya mengimpor Day Old Chicken (DOC) dan produk olahan ayam lainnya dari Indonesia, mulai awal 2018. Rencananya, Timor Leste akan fokus pada unit usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 Desember 2017  |  14:53 WIB
Ilustrasi peternakan ayam - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Timor Leste akan menindaklanjuti rencana impor anak ayam Day Old Chicken (DOC) dan produk olahan ayam dari Indonesia pada awal tahun depan.

Dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikutip Bisnis, Senin (25/12/2017), Timor Leste bakal melakukan Import Risk Analysis (IRA) ke unit pengolahan daging ayam di Serang dan Surabaya. Pemerintah negara tersebut juga akan mengimpor DOC Final Stock (FS) di Kupang. Rencananya, langkah itu akan dilakukan pada pekan ketiga Januari 2018.

Rencana impor anak ayam DOC dan produk olahan lainnya mengemuka setelah pertemuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Timor Leste Estanislau A da Silva pada pertengahan Desember 2017.

Untuk tahap awal, Timor Leste akan fokus pada unit usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN). Pelaksanaan audit akan dilakukan secara Government to Government (G2G).

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan hasil audit ini bakal menjadi bahan pertimbangan untuk harmonisasi peraturan di Timor Leste, sehingga akan membuka importasi unggas dan produk unggas dari Indonesia. “Ditjen PKH akan menyiapkan unit usaha sesuai yang dipersyaratkan oleh pihak Republic Demokrate of Timor Leste (RDTL)”, ungkapnya.

Diarmita meyakinkan ayam hidup yang akan diekspor dari Indonesia adalah ayam yang berasal dari peternakan (unit usaha) yang telah menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit AI (Avian Influenza) dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Produk unggas yang akan diekspor juga telah mendapatkan dukungan jaminan keamanan pangan berupa Sertifikat Veteriner yang diterbitkan oleh Ditjen PKH. 

Kementan menyatakan Indonesia saat ini telah mencapai swasembada daging ayam, telur dan DOC, sehingga siap untuk memenuhi kebutuhan pasar di negara tetangga, seperti Timor Leste. "Dalam memenuhi kebutuhan Timor Leste, Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya", imbuhnya.

Tag : impor, unggas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top