Hingga Oktober 2017, Nilai Investasi Smelter Nikel US$5,03 Miliar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat nilai investasi pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) mencapai US$5,03 miliar atau Rp68 triliun dari Januari Hingga Oktober 2017.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 27 Desember 2017  |  14:00 WIB
Pembangunan smelter PT Sulawesi Mining Investment - Bloomberg
Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat nilai investasi pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) mencapai US$5,03 miliar atau Rp68 triliun dari Januari Hingga Oktober 2017. 
 
Sejumlah perusahaan membangun 13 smelter nikel dengan berbagai macam produk dengan total 34 juta ton. Adapun rinciannya adalah 598 ribu ton FeNi dan NPI serta 64 ribu ton NiMatte. 
 
"Kebijakan nilai tambah mineral telah mendorong investasi pada industri logam dan mineral," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot saat menggelar konferensi pers, Rabu (27/12). 
 
Adapun 13 perusahaan tersebut adalah sebagai berikut : 
 
1. PT Vale Indonesia dengan nilai investasi US$845,000,000 memproduksi matte 8,000,000 ton.
 
2. PT Aneka Tambang dengan nilai investasi US$ 600,000,000 memproduksi FeNi 2,716,948 ton
 
3. PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara dengan nilai investasi US$174,000,000 memproduksi NPI 1,065,215 ton.
 
4. PT Sulawesi Mining Investment dengan nilai investasi US$636,000,000 memproduksi FeNi 1,600,000 ton. 
 
5. PT Gebe Industry dengan nilai investasi US$150,000,000 memproduksi NiOH 10.000 ton per bulan dan Ni99% 1.000 ton per bulan. 
 
6.PT Megah Surya Pertiwi dengan nilai investasi US$320,000,000 memproduksi FeNi 2,079,732 ton. 
 
7. PT COR Industri Indonesia dengan nilai investasi US$400,000,000 memproduksi NPI 818,827 ton. 
 
8. Heng Tai Yuan dengan nilai investasi US$36,300,000 memproduksi NPI 250,000 ton. 
 
9. Century Metalindo dengan nilai investasi US$50,000,000 memproduksi FeNi 641,026 ton. 
 
10. Indonesia Guang Ching Nikel and Stainless Steel dengan nilai investasi US$1,020,000,000 memproduksi FeNi 7,500,000 ton. 
 
11. Virtu Dragon dengan investasi US$500,000,000 memproduksi FeNi 4,560,000 ton. 
 
12 .PT Surya Saga Utama (Blackspace) dengan nilai investasi US$300,000,000 meproduksi FeNi 3,500,000 ton. 
 
13. PT Bintang Timur Steel dengan investasi US$2,150,000 memproduksi FeNi 292,000 ton. 

 

Tag : smelter, nikel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top