BBM Tak Naik, Pertamina Klaim Masih Bukukan Laba

PT Pertamina (Persero) meyakini kinerja keuangan perseroan masih cukup baik walaupun pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dan premium. Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan hingga September 2017 perseroan membukukan laba US$1,99 miliar.
Duwi Setiya Ariyanti | 27 Desember 2017 14:30 WIB
Kilang Cilacap milik Pertamina - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meyakini kinerja keuangan perseroan masih cukup baik walaupun pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dan premium. 

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan hingga September 2017 perseroan membukukan laba US$1,99 miliar. Dia menyebut perseroan masih bisa mengumpulkan laba tersebut dengan kondisi harga minyak mentah di kisaran US$50 per barel.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan agar harga solar subsidi masih Rp5.150 per liter, premium Rp6.450 per liter dan minyak tanah Rp2.500 per liter. Harga ini berlaku sejak April 2016 hingga 31 Maret 2018.

"Kalau tahun ini, secara finansial, Pertamina masih membukukan laba. Per September 2017, masih ada laba US$1,99 hampir US$2 miliar," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Dengan keputusan pemerintah saat ini, perusahaan pelat merah itu akan melakukan sejumlah langkah efisiensi. Pertama, mengurangi pemakaian bahan baku melalui pemilihan teknologi. Kedua, mengubah mekanisme pengadaan.

Ketiga, menggunakan cara-cara cepat yang bisa dieksekusi dan dinikmati dalam kurun waktu kurang dari setahun. Sebagai contoh, Elia menyebut efisiensi pada sektor pengolahan agar bisa menghasilkan produk yang lebih baik kualitasnya melalui peningkatan kapasitas dari sisi teknologi.

"Jadi, nanti ini berdampak tentu. Yang tahun ini nanti awal Januari, efisiensi yang sudah kita dapatkan 7 bulan terakhir," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar menuturkan saat ini terdapat selisih harga antara harga yang ditetapkan pemerintah dengan harga premium dan solar mengacu pada formula. Sebagai gambaran, terangnya, selisih harga premium Rp1.000 per liter dan solar Rp2.000 per liter.

"[Selisih harga formula dan ketetapan pemerintah] Rp1.000 lebih [untuk] premium, solar‎ Rp2.000 lebih," kata Iskandar.

Tag : Harga BBM
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top