Penumpang Arus Balik Libur Tahun Baru 2018 Diprediksi Naik

Kementerian Perhubungan mengimbau para stakeholder angkutan penerbangan untuk menghadapi arus balik pada libur Tahun Baru 2018 dengan prediksi kenaikan 7,2% dibandingkan tahun lalu.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 Desember 2017 20:30 WIB
Ilustrasi-Pesawat Garuda Indonesia - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengimbau para stakeholder angkutan penerbangan untuk menghadapi arus balik pada libur Tahun Baru 2018 dengan prediksi kenaikan 7,2% dibandingkan tahun lalu.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menjelaskan berdasarkan laporan Pos Koordinasi  Natal dan Tahun Baru 2017/ 2018 Ditjen Perhubungan Udara pada Senin, 25 Desember 2017 pukul 20:00 sampai Selasa, 26 Desember 2017 pukul 08:00 atau H1, dari 35 bandara domestik yang dipantau dilaporkan jumlah keberangkatan penumpangnya mencapai 264.217 orang.

“Jumlah ini meningkat 9,03 persen dibandingkan H1 tahun lalu di mana jumlahnya 242.343 penumpang,” ujar Agus melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (27/12).

Pada H1 tahun 2017 ini, jumlah penerbangan yang melayani keberangkatan penumpang tersebut mencapai 2.087 penerbangan, naik 10,36 persen dibanding tahun lalu yang jumlah 1.891 penerbangan.

Dia mengatakan peningkatan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Djalaluddin Gorontalo sebanyak 54,89 % dan peningkatan penumpang terendah terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 0,64 %. Sedangkan penurunan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebesar -39,62% dan penurunan penumpang terendah terjadi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebesar -0,19 %.

Sementara itu, secara kumulatif dari H-7 sampai dengan H1 mulai 18 Desember-25 Desember 2017 jumlah penumpang yang berangkat meningkat 7,18% dibanding tahun lalu, yaitu menjadi 2.379.307 penumpang dibandingkan 2.219.866 penumpang tahun lalu. Jumlah penerbangan tahun ini mencapai 17.494 penerbangan atau naik 9,13 persen dibanding tahun lalu yang jumlahnya  16.030 penerbangan.

Dia menyatakan, kenaikan tersebut ada pada 35 bandara domestik. Untuk penerbangan internasional, dari 7 bandara yang dipantau pada H1 ini, jumlah penumpang berangkat juga mengalami kenaikan 1,69% yaitu 41.761 penumpang dibanding tahun lalu yang jumlahnya  41.067 penumpang. Jumlah penerbangannya juga naik 6,61% menjadi 258 penerbangan tahun ini dari 242 penerbangan tahun lalu.

Namun demikian secara kumulatif jumlah penumpang internasional dari H-7 hingga H1 tahun ini mengalami penurunan 1,2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang internasional tahun ini 361.040 penumpang, sedangkan tahun lalu 365.421 penumpang. Sementara jumlah penerbangan tetap naik 6,28% menjadi 2.132 penerbangan dibanding tahun lalu 2.006 penerbangan.

Peningkatan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Djuanda Surabaya sebanyak 56,47% dan peningkatan penumpang terendah terjadi di Bandara Kualanamu Medan sebanyak 4,42%. Sementara penurunan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Ngurah Rai Denpasar sebanyak -19,93% dan penurunan penumpang terendah terjadi di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta -3,66%.

Adapun tujuh bandara yang dipantau tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Adisutjipto, dan Husein Sastranegara.

Dari data extra flight keberangkatan domestik di 35 bandara pada 25 Desember 2017 H1 Shift II, dari rencana 114 penerbangan, terealisasi 29 penerbangan atau hanya 25%. Secara kumulatif dari H-7 hingga H1, extra flight domestik mencapai 312 penerbangan dari rencana 508 penerbangan atau 61%.

Untuk extra flight internasional pada tanggal 25 Desember 2017 ada 3 penerbangan dari 7 penerbangan yang direncanakan atau 43%. Secara kumulatif H-7 hingga H1 extra flight internasional adalah 30 penerbangan dari rencana 34 penerbangan atau 88%.

Dari laporan Posko Terpadu Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara tersebut, hingga H1 ini tidak ada permasalahan yang berarti terkait operasional angkutan udara di semua bandara yang dipantau. Agus Santoso pun mengapresiasi pencapaian operasional angkutan udara yang naik jumlahnya namun tidak ada kendala yang berarti ini.

“Saya berterimakasih kepada semua penyelenggara penerbangan baik itu dari jajaran otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, maskapai penerbangan dan penyelenggara navigasi penerbangan atas keberhasilan operasional penerbangan hingga hari ini di mana tidak ada persoalan yang berarti walaupun jumlah penumpang dan penerbangannya naik. Hal ini tentunya hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kerja sama yang baik,” ujar Agus.

 

Tag : kementerian perhubungan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top