5 Startup GK-Plug and Play Terima Dana Senilai Total US$1 Juta

Lima dari sembilan startup yang tergabung dalam angkatan pertama program akselerator GKPlug and Play mengumumkan penerimaan dana lanjutan dari berbagai investor senilai total lebih dari US$1 juta.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 Desember 2017  |  17:58 WIB
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital - Ilustrasi/kemenkominfo

Bisnis.com, JAKARTA -- Lima dari sembilan startup yang tergabung dalam angkatan pertama program akselerator GK–Plug and Play mengumumkan penerimaan dana lanjutan dari berbagai investor senilai total lebih dari US$1 juta.

Kelima startup ini adalah Astronaut, Brankas, DANAdidik, KYCK, dan Sayurbox.

Wesley Harjono, President Director GK – Plug and Play, mengatakan setelah program akselerator berakhir, pihaknya terus memberikan dukungan bagi para startup, mulai dari consultation, memperkenalkan dengan investor dalam dan luar negeri,

hingga membantu mereka menjalin kerjasama dengan mitra korporasi.

Startup dikenal dengan teknologi dan inovasinya, sedangkan korporasi memiliki jaringan yang luas. Kerja sama seperti ini tentu akan menguntungkan satu sama lainnya. Selain pendanaan dan kerja sama dengan rekan korporasi, beberapa startup kami juga telah melakukan ekspansi ke dalam maupun luar negeri,” katanya, Jumat (29/12).

Beberapa startup yang mendapatkan kerja sama dengan rekan korporasi GK–Plug and Play adalah Brankas, KYCK, dan Otospector.

Brankas dan KYCK tercatat mendapatkan kerja sama dengan BNI. Kemudian, Otospector, penyedia jasa inspeksi mobil bekas independen yang juga tergabung dalam angkatan pertama GK – Plug and Play, yang juga menjalin kerja sama dengan dua rekan korporasi GK – Plug and Play yaitu Astra dan Sinar Mas.

Startup GK – Plug and Play yang diketahui tengah melakukan ekspansi adalah Karta dan Brankas.

Karta, penyedia jasa papan iklan sepeda motor yang telah meregistrasikan serta mematenkan cara beriklan di atas motor, telah melakukan ekspansi ke delapan kota di Indonesia, yaitu Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Medan, dan Pontianak.

“Hal ini tidak berarti kami berpuas diri. Kami akan terus melakukan improvement di berbagai hal," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya juga terus mendukung program Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perekonomian digital di Asia Tenggara pada 2020.

"Kami akan terus mencari startup-startup di Indonesia untuk dikembangkan sebagai bentuk dukungan kami. Awal tahun depan, kami akan mengumumkan startup yang masuk ke dalam batch kedua kami,” katanya. 

Tag : StartUp
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top