Tiga Perusahaan Berebut Blok Andaman II

Tiga perusahaan berebut mendapatkan hak kelola Blok Andaman II, Aceh dalam lelang blok minyak dan gas bumi tahun ini. Dari lima blok yang diyakini dapat menarik investor, Blok Andaman II mendapat tiga peminat yakni Repsol Exploration SA, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), serta konsorsium Premier Oil Far East Limited, Mubadala Petroleum (SE Asia) dan Kris Energy.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 Desember 2017  |  16:37 WIB
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga perusahaan berebut mendapatkan hak kelola Blok Andaman II, Aceh dalam lelang blok minyak dan gas bumi tahun ini.

Sejak 29 Mei 2017 hingga 29 Desember 2017, terdapat 13 perusahaan yang mengakses 20 dokumen partisipasi dari 10 blok migas konvensional yang ditawarkan. Namun, di antara 20 dokumen yang diakses, baru lima di antaranya yang dikembalikan.

Dari lima blok yang diyakini dapat menarik investor, Blok Andaman II mendapat tiga peminat yakni Repsol Exploration SA, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), serta konsorsium Premier Oil Far East Limited, Mubadala Petroleum (SE Asia) dan Kris Energy.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan hasil lelang kali ini cukup memuaskan dibandingkan tahun lalu, yang ditutup tanpa penandatanganan kontrak kerja sama. Dari 15 blok yang ditawarkan, lima di antaranya diyakini cukup bisa menarik investor kendati menggunakan kontrak kerja sama baru.

Dia menilai untuk blok lain dengan satu peminat, diharapkan bisa berlanjut hingga penandatanganan kontrak kerja sama. Sisanya, untuk Blok Andaman II yang diminati beberapa perusahaan sekaligus akan dilakukan kompetisi dari aspek keteknisan dan kelayakan dari sisi finansial.

Dari sisi teknis, Arcandra menyebutkan terdapat komitmen pasti minimum berupa kegiatan survey serta pengeboran. Selain itu, pihaknya pun akan menilai kelayakan dari sisi finansial sehingga perusahaan cukup meyakinkan untuk bisa menjalankan seluruh komitmen yang akan dilakukan selama masa pencarian sumber cadangan minyak dan gas bumi.

"Sama dengan proses-proses sebelumnya, ada terms and conditions yang mereka [investor] harus penuhi. Salah satunya, bagaimana komitmen pasti mereka. Selanjutnya, juga masuk dalam ranah evaluasi kami adalah kestabilan dari sisi finansial," ujarnya dalam jumpa pers penutupan lelang blok migas di Kementerian ESDM, Jumat (29/12/2017).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, blok ini ditawarkan kepada kontraktor dengan besar bagi hasil atau split sebelum pajak sebesar 43% untuk minyak dan 48% untuk gas dengan skema bagi hasil kotor atau gross split.

Dari sisi cadangan, Andaman II menyimpan 844,14 miliar kaki kubik (billion cubic feet/Bcf) gas dan minyak 196,53 juta barel minyak (million barrel oil/MMbo). Komitmen pasti minimum yang dilakukan yakni studi Geologi dan Geofisika (G&G) dan survei seismik 3D dengan luas 500 km2 dan membayar bonus tanda tangan sebesar US$500.000.

Menurut Arcandra, seluruh penilaian akan dilakukan secara transparan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. "Semuanya transparan, kriteria-kriteria penilaian kami transparan," tegasnya.

Adapun blok lainnya adalah Andaman I yang diminati Mubadala Petroleum (SE Asia) Limited, Blok Merak-Lampung yang diminati Tansri Madjid Energy, serta PT Saka Energi Indonesia memasukkan penawaran atas Blok West Yamdena dan Blok Pekawai.

Tag : lelang blok migas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top