Registrasi Kartu Prabayar Tembus 130 Juta Pengguna

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat pelanggan prabayar yang telah mendaftarkan ulang nomornya ke operator masing-masing telah mencapai angka lebih dari 130 juta pelanggan hingga Minggu 31 Desember 2017 pukul 11:00 WIB.
Sholahuddin Al Ayyubi | 31 Desember 2017 15:59 WIB
Pedagang meregistrasi kartu prabayar pada gerai miliknya di Mall Ambasador, Jakarta, Jumat (3/11/2017). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat pelanggan prabayar yang telah mendaftarkan ulang nomornya ke operator masing-masing telah mencapai angka lebih dari 130 juta pelanggan hingga Minggu 31 Desember 2017 pukul 11:00 WIB.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Ihza mengemukakan angka itu sampai saat ini terus bertambah dan diprediksi dapat selesai sesuai target yaitu hingga April 2018.

Menurutnya, jika pada April 2018 pengguna prabayar belum mendaftarkan ulang kartunya, maka Kemenkominfo memastikan kartu tersebut akan diblokir.

“Iya betul, hingga Minggu 31 Desember 2017 pukul 11:00 WIB sudah ada 130 juta pelanggan yang mendaftarkan ulang kartu prabayarnya. Kami optimistis registrasi ulang ini akan berjalan sesuai target,” ungkapnya, Minggu (31/12).

Dia mengimbau kepada seluruh pengguna kartu prabayar agar melakukan pendaftaran ulang menggunakan NIK dan KK. Menurutnya, pendaftaran ulang kartu prabayar tersebut dapat memberikan masyarakat rasa aman dan nyaman dalam melakukan transaksi digital dan terhindar dari ancaman kejahatan siber.

"Masyarakat harus segera melakukan pendaftaran ulang kartu prabayar, agar tidak bermasalah nomornya di kemudian hari. Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan ini," katanya.

Tag : registrasi prabayar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top