Disuntik Kejora dan GAN, UnionSPACE Fokus Ekspansi di Asia Tenggara

Saat ini UnionSPACE beroperasi di 5 lokasi di Jakarta, 3 Iokasi di Manila, dan 1 lokasi di Malaysia.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 22 Januari 2018  |  17:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan penyedia layanan ruang kerja bersama atau co-working space, UnionSpace, berkomitmen mengembangkan ekosistem startup di negara-negara Asia Tenggara.

CEO UnionSpace Albert Goh menyatakan unit usahanya yang sebelumnya bernama CRE8 kini bertransformasi dengan adanya suntikan pendanaan Kejora Ventures dan GAN Konsulindo.

“Kami sudah bertransformasi menjadi UnionSPACE. Saat ini UnionSPACE beroperasi di 5 lokasi di Jakarta, 3 Iokasi di Manila, dan 1 lokasi di Malaysia. Kami akan fokus kembangkan ekosistem startup di negara Asia Tenggara,” ujarnya dalam siaran pers.

UnionSpace menargetkan dapat ekspansi ke lebih dari 20 lokasi di kota-kota besar Asia Tenggara yang akan dikelola secara mandiri.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah meluncurkan dan mengoperasikan vOffice operator kantor atau ruang kerja visual yang terdapat di 40 lokasi di Indonesia, Malaysia, Australia, Filipina, dan Hongkong.

“UnionSpace bukan hanya penyedia ruang untuk bekerja, tetapi lebih jauh berfungsi sebagai katalis bagi terbentuknya ekosistem yang kuat dan terwujudnya kolaborasi antar pihak untuk mendukung kesuksesan bisnis. Kita ingin terus lahirkan pengusaha-pengusaha startup di seluruh pelosok negeri dan mancanegara," ujarnya.

UnionSpace memanfaatkan pengembangan komunitas yang tergabung di dalamnya melalui platform online internal yang dinamakan Entreprenity. Platform itu menampung sebanyak 24.000 pengguna yang terdaftar dari berbagai lokasi di dunia.

“Konektivitas merupakan salah satu keunggulan UnionSpace, anggotanya dapat saling melakukan interaksi bisnis, menampilkan produk, jasa dan kegiatan mereka,” ujarnya.

UnionSpace merupakan salah satu portofolio bisnis milik perusahaan modal ventura Kejora Ventures dan GK Plug and Play.  Kejora Ventures baru saja mengucurkan pendanaan senilai US$40 juta pada tahun lalu dan memiliki ketersediaan investasi senilai US$100 juta pada tahun ini untuk mendanai startup di Asia Tenggara.

Sementara GK Plug and Play merupakan perusahaan modal ventura sekaligus akelerator yang memberikan pendanaan dan pendampingan kepada perusahaan rintisan yang berpotensi menjadi besar. Setiap tahunnya, GK Plug and Play menanamkan seed funding senilai US$50.000 kepada belasan perusahaan rintisan.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top