Kementerian ESDM Kembali Salurkan Lampu Tenaga Surya ke Masyarakat Papua

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyalurkan sebanyak 29.155 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada warga Lanny Jaya, Papua.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 Februari 2018  |  18:00 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyalurkan sebanyak 29.155 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada warga Lanny Jaya, Papua.

LTSHE merupakan program bantuan yang dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang berada di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3 T)

"Kami diminta untuk mengawal betul program Nawacita ini untuk mewujudkan keadilan di seluruh rakyat Indonesia. Kami diserahkan tanggung jawab oleh Bapak Presiden untuk mewujudkan apa yang kami cetus sebagai energi berkeadilan", ujar Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), dalam keterangan persnya, Jumat (16/2/2018).

Hingga saat ini, LTSHE yang sudah terpasang di Kabupaten Lanny Jaya total mencapai 19.531 unit yang tersebar di 21 distrik, sisanya, sebanyak 9.624 unit hanya tinggal dilakukan pemasangannya saja. LTSHE yang belum terpasang tersebut di antaranya berada di Distrik Milimbo, Malagai dan Malagaineri.

"Ada 39 distrik di Kabupaten Lanny Jaya ini. Kami berikan total 29.000 lebih itu untuk 21 distrik dahulu. Sisa untuk 18 distrik akan terus kami usahakan karena desa-desa yang berada di distrik itu jalur hubungan darat juga susah, jadi dibagi untuk yang gampang dijangkau terlebih dahulu," ujar Vincen Jigibalom, Kepala Bagian pada Dinas ESDM Lanny Jaya.

Hadirnya lampu tersebut disambut antusias oleh warga setempat. Warga yang dahulu cuma mengandalkan api dan lilin untuk penerangan malam, saat ini tampak penerangan menghiasi Honai mereka.

"Sekarang anak-anak kami bisa belajar dengan baik. Mata mereka tidak lagi sakit, tidak batuk-batuk karena asap api. Kami juga memanfaatkan lampu ini untuk bermusyawarah, berkumpul bersama penduduk untuk berdiskusi. Karena bisa dilepas itu, bisa juga kami jadikan senter", tutur salah seorang warga Lanny Jaya, Rony Wanimbo.

Lampu berbasis energi surya ini diperuntukkan sambil menunggu jaringan PLN masuk ke daerah-daerah 3T selama 3 tahun sejak dilaksanakannya program penerangan hingga pelosok negeri. Sembari menunggu jaringan transmisi masuk, Rida menyarankan agar Kabupaten Lanny Jaya mulai mengedepankan energi baru terbarukan yang cocok di daerah pegunungan.

 

 

Tag : papua
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top