Hindari Bea Masuk AS, Impor Panel Surya Asal China Melonjak Pada Akhir 2017

Berdasarkan laporan Bloomberg New Energy Finance, pada kuartal IV/2017, pengiriman panel surya dari China meningkat 11 kali lipat dibandingkan 3 kuartal sebelumnya. Para produsen juga memasukkan panel surya ke AS melalui perbatasan dari Meksiko, Kanada, dan negara lainnya untuk menghindari bea masuk tersebut.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 17 Februari 2018  |  10:33 WIB
Rangkaian panel surya di atap SunPower Corporation di Richmond, California, AS pada 2010. - Reuters/Kim White

Bisnis.com, JAKARTA - Pengiriman panel surya dari China ke AS melonjak pada akhir tahun lalu, karena para konsumen ingin menghindari bea masuk sebesar 30% yang diumumkan pada awal 2018.

Berdasarkan laporan Bloomberg New Energy Finance, pada kuartal IV/2017, pengiriman panel surya dari China meningkat 11 kali lipat dibandingkan 3 kuartal sebelumnya. Para produsen juga memasukkan panel surya ke AS melalui perbatasan dari Meksiko, Kanada, dan negara lainnya untuk menghindari bea masuk tersebut.

Bea masuk tersebut tidak dikenakan untuk impor pertama pada tahun ini untuk kapasitas 2,5 gigawatt dan saat ini terdapat panel surya dengan kapasitas 5 gigawatt yang disimpan di gudang-gudang dan pelabuhan seantero Negeri Paman Sam.

Hugh Bromley, analis New Energy Finance, mengatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembang selama enam bulan. Adapun pasokan dari produsen yang tidak masuk dalam daftar pengenaan bea masuk dapat menambah pasokan hingga cukup untuk sembilan bulan.

"Pemerintah AS lamban dalam menanggapi banjirnya impor panel surya, membuat para importir memiliki kesempatan untuk menghindari penerapan bea masuk," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (17/2/2018).

Pengenaan bea masuk terhadap panel surya asal China diumumkan pada Januari 2018 sebagai tindak lanjut atas gugatan perdagangan pada April 2017. Gugatan ini diajukan oleh produsen panel surya AS yang mengalami kebangkrutan dan menyatakan bisnisnya diganggu oleh serangan barang impor murah, terutama yang berasal dari Asia.

Komisi Perdagangan Internasional AS menyetujui untuk mengenakan bea masuk pada Oktober 2017 dan kemudian disahkan oleh Presiden Donald Trump pada Januari 2018.

SunPower Corp., pemasok panel surya terbesar kedua di AS yang produknya banyak diproduksi di Meksiko dan Asia, mempercepat pengiriman barang ke Negeri Paman Sam tersebut pada akhir tahun lalu. Barang yang dikirimkan SunPower akan membantu San Jose, perusahaan yang berbasis di California untuk mendapatkan barang yang bebas bea masuk karena produk tersebut menggunakan teknologi yang berbeda dari panel fotovoltaik standar.

"Tentu kami mempercepat pengiriman. Kami tidak mau membayar bea masuk untuk barang-barang yang sudah kami bawa ke AS," kata CEO SunPower Tom Werner.

Tag : amerika serikat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top