Jakarta Tank Terminal Tambah 8 Tangki Penyimpanan

PT Jakarta Tank Terminal (JTT), perusahaan joint venture antara Royal Vopak dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), akan menambah kapasitas penampungan bensin dan biofuelnya sebesar 100.000 meter kubik.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 17 Februari 2018  |  14:34 WIB
Ilustrasi - akr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Tank Terminal (JTT), perusahaan joint venture antara Royal Vopak dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), akan menambah kapasitas penampungan bensin dan biofuelnya sebesar 100.000 meter kubik.

Penambahan kapasitas tersebut terdiri dari 8 tangki baru dengan kapasitas total 100.000 meter kubik. Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (17/2/2018), dengan penambahan ini maka kapasitas perusahaan akan menjadi lebih dari 350.000 meter kubik.

Tangki-tangki tersebut digunakan untuk menampung bensin, etanol dan biodiesel, sebuah Vapour Recovery Unit (VRU) dan sebuah infrastruktur pendukung lainnya. Fasilitas-fasilitas tersebut akan membantu konsumen dalam mematuhi regulasi Pemerintah Indonesia mengenai campuran biofuel.

Namun, tidak disebutkan nilai investasi dari ekspansi ini. Royal Vopak hanya menyatakan investasi tersebut sesuai dengan strategi perusahaan untuk memfasilitasi konsumen di tengah pertumbuhan pasar impor dan bakal memperkuat posisi JTT.

"Ekspansi diharapkan berjalan mulai dari kuartal I/2019 hingga kuartal IV/2019," demikian disampaikan Royal Vopak.

JTT, yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, melayani importasi dan distribusi produk bahan bakar untuk wilayah Jabodetabek.

Impor produk bahan bakar, terutama bensin, di Indonesia telah mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus naik. Pertumbuhan ekonomi dan jumlah populasi yang besar menjadi faktor pendukung.

Kebutuhan untuk penambahan fasilitas tangki penyimpanan juga diproyeksi bakal naik seiring dengan perluasan distribusi bensin oleh pelaku usaha eksisting dan terus masuknya pemain-pemain baru.

Royal Vopak adalah perusahaan yang melayani fasilitas tangki penyimpanan dan berbasis di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini mengoperasikan 66 terminal di 25 negara yang berada di rute-rute perdagangan strategis, termasuk minyak, produk kimia, gas dan LNG, dan biofuel.

Adapun AKRA merupakan distributor dan perusahaan logistik produk bahan bakar serta produk kimia dasar. Jaringannya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk dalam bentuk SPBU.

Tag : bahan bakar
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top