Citilink Indonesia Perluas Jaringan Teknologi Digital

Citilink Indonesia memperluas teknologi digital di semua aspek korporasi untuk mempercepat peningkatan profit, efisiensi biaya dan mendorong terciptanya loyalitas konsumen yang semakin baik.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 17 Februari 2018  |  18:55 WIB
Dari Kiri ke Kanan Andrea Della Mattea, President of Microsoft Asia Pacific; Achmad Royhan, Vice President Information Technology Citilink Indonesia; Mevira Munindra, Research Manager, IDC Indonesia; dan Haris Izmee, President Director of Microsoft Indonesia saat sesi pempararan Studi Asia Digital Transformation 2018 - Microsoft Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA—Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia memperluas penerapan teknologi digital di semua aspek korporasi untuk mempercepat peningkatan profit, efisiensi biaya dan mendorong terciptanya loyalitas konsumen yang semakin baik.

Vice President Information Technology Citilink Indonesia Achmad Royhan mengatakan sebagai maskapai berbiaya murah, pemanfaatan teknologi digital mutlak dilakukan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan.

"Dalam era digital bisnis, maskapai harus bisa menjaga struktur biayanya tetap efisien dengan pelayanan yang maksimal. Dengan demikian, optimalisasi kegiatan operasional harian penerbangan yang kompleks bisa terkelola efektif dan efisien," katanya dalam keterangan resminya hari ini Sabtu (17/2/2018).

Royhan mengemukan hal itu tersebut dalam menyikapi hasil studi bisnis Microsoft yang memperkirakan lonjakan cukup besar dalam transformasi digital di seluruh perekonomian Asia Pasifik dan pengaruhnya bagi industri penerbangan. Studi yang melibatkan 15 negara Asia Pasifik tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital telah mengubah dengan cepat pola bisnis tradisional.

Dalam studi Microsoft yang dirilis resmi awal pekan, Citilink Indonesia dijadikan contoh oleh Microsoft Asia Pasifik sebagai perusahaan yang berhasil melakukan transformasi digital dan mampu membuat pertumbuhan positif perusahaan secara signifikan.

Studi Microsoft menyebutkan, transformasi digital di Indonesia akan menyumbang sebesar US$22 miliar pada Produk Domestik Bruto hingga 2021 dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4% per tahun.

Royhan mengatakan melalui pengelolaan data yang maksimal tentunya dapat meningkatkan aspek kualitas layanan, proses bisnis dan margin serta mendorong tingkat kepuasan pelanggan. Citilink Indonesia juga sejak awal memposisikan diri sebagai IT-based company di mana semua prosesnya menggunakan sistem dan aplikasi sehingga data tersimpan dengan baik.

"Sejak tansformasi digital dilakukan 4 tahun lalu, terlihat ekspansi bisnis Citilink Indonesia berlangsung cepat. Inovasi bisnis bisa segera diciptakan dan direalisasikan,” katanya.

Royhan menjelaskan dalam industri penerbangan terdapat 2 sektor yang krusial dalam memanfaatkan data adalah bidang operasional dan penjualan. Pada sisi operasional data digunakan untuk meningkatkan ketepatan waktu penerbangan, efisiensi dalam pengaturan kru dan rotasi pesawat, sedangkan sisi penjualan, data mengenai tingkat keterisian pesawat dan ASK (average seat per kilometer) digunakan untuk memberikan tarif paling optimal dari setiap rute.

Demikan juga dengan data pembelian di on-line travel agent bisa digunakan untuk menyusun strategi penjualan dan marketing. Citilink Indonesia terus mempercepat dan memperluas digitalisasi di bidang operasional dan bisnisnya mengingat peluang ekonomi global sektor transportasi semakin kompleks dan membutuhkan kecepatan dan keandalan data.

International Air Transport Association (IATA) bahkan menyebut bahwa Indonesia akan menjadi pasar keenam terbesar di dunia dalam sektor transportasi udara pada 2034 dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 270 juta orang per tahun.

Lima manfaat utama yang dapat diperoleh maskapai dengan melakukan transformasi digital, yaitu produktivitas yang melonjak, profit margin yang naik, memperbanyak jumlah customer, meningkatkan pendapatan melalui produk dan layanan yang sudah ada maupun produk dan layanan baru.

President Director Microsoft Indonesia Hars Izmee mengatakan Indonesia sudah berada dalam fast track transformasi digital yang benar dan hal itu akan mempercepat pertumbuhan perusahaan lebih jauh. Dalam 4 tahun ke depan diprediksi sekitar 40% PDB Indonesia berasal dari produk dan layanan digital.

Tag : citilink
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top