MTI Dukung Evaluasi Proyek Kereta, Agar Tak Mangkrak

Masyarakat Transportasi Indonesia mendukung rencana Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap proyek strategis nasional di sektor kereta api. Evaluasi dinilai perlu agar proyek tersebut tidak mangkrak.
Rivki Maulana | 18 Februari 2018 22:30 WIB
Kereta rel listrik melintas di dekat lokasi launching girder (alat angkat proyek) yang jatuh pada proyek pembangunan jalur ganda kereta ManggaraiJatinegara, di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Masyarakat Transportasi Indonesia mendukung rencana Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap proyek strategis nasional di sektor kereta api. Evaluasi dinilai perlu agar proyek tersebut tidak mangkrak.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian MTI Aditya Dwi Laksana mengatakan target pemerintah mengerjakan 23 PSN di sektor kereta terbilang ambisius. Dia menambahkan, pemerintah harus realistis dalam menggarap proyek-proyek kereta api.

"Dari 23 proyek itu, bisa dipilah mana yang bisa dipercepat, mana yang bisa digeser pengerjaannya," jelas Aditya kepada Bisnis.com, Minggu (18/2/2018).

Dia menambahkan, Kemenhub juga perlu meninjau ulang skema pendanaan proyek, baik itu yang didanai negara lewat APBN, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), maupun pendanaan penuh dari investor swasta.

MTI mengingatkan, pemerintah perlu bercermin dalam pendanaan proyek light rail transit Jabodetabek yang beberapa kali mengalami perubahan.

Aditya menegaskan, pemerintah perlu fokus pada kualitas proyek yang dikerjakan, bukan menggenjot kuantitas proyek tapi melupakan kualitas proyek.

Dia merujuk pada percepatan sejumlah proyek yang berakibat pada sejumlah insiden, antara lain kecelakaan di proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome dan Proyek Jalur Dwiganda Manggarai-Cikarang.

Sebelumnya, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 23 PSN di sektor kereta api.

Dia menyebutkan proyek yang belum berjalanan didominasi proyek dengan skema KPBU. "Proyek-proye itu umumnya Kaltim, Kalteng, Sumsel yang KPBU," jelasnya.

Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sedikitnya ada tiga proyek besar yang diprakarsa swasta, yakni proyek kereta Muara Enim--Pulau Baai (Bengkulu), proye kereta Purukcahu--Bangkuang (Kalimantan Tengah), dan proyek kereta api Kalimantan Timur.

Tag : kereta api
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top