Rel Dwi Ganda Terkendala Pembebasan Lahan

Penyelesaian proyek rel dwi ganda atau double-double track (DDT) masih terkendala dengan beberapa masalah.
Jaffry Prabu Prakoso | 18 Februari 2018 21:20 WIB
Pekerja mengelas kawat tiang pondasi proyek double-double track (DDT) atau rel ganda Paket A Manggarai-Jatinegara, Jakarta, Jumat (21/). - Antara/Angga Budhiyanto
Bisnis.com, JAKARTA – Penyelesaian proyek rel dwi ganda atau double-double track (DDT) masih terkendala dengan beberapa masalah. 
 
Kepala Balai Teknik Perkeratapian Kelas I Wilayah Jakarta-Banten Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Yus Rizal mengatakan upaya pemisahan rel untuk kereta jauh dan kereta rel listrik pihaknya masih mengalami kendala.
 
Sejumlah kenala tersebut terutama menyangku pembebasan lahan, peralatan, dan terjadinya kecelakaan pada awal bulan lalu. 
 
“Satker mendorong warga untuk meminta hak atas tanah atas kotapraja,” katanya saat menyampaikan kunjungan kerja Menhub di Dipo Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2018). 
 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus membebaskan sekitar 8 hektar tanah milik warga.
 
Sampai saat ini baru bebaskan sekitar 54 persen. Meski begitu Yus optimistis proyek DDT akak selesai sesuai jadwal. 
 
Tahun lalu Kemenhub telah meresmikan tiga DDT di Stasiun Bekasi Timur, Cibitung, dan Cikarang.
 
Tahun ini akan diproyeksikan lima stasiun baru, yaitu Stasiun Klender, Buaran Baru, Klender Baru, Cakung, dan Kranji. 
 
Rencananya DDT di lima stasiun ini akan selesai pada bulan Oktober 2018 bersama dengan Dipo Cipinang. 
Tag : rel ganda, double-double track DDT
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top